HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 13/03/10, 00:46
PIALA DUNIA 2010
Albiceleste Ngebet Jinakkan Macan Asia
Sabtu, 13/03/10, 00:18
PIALA DUNIA 2010
Kerlap-kerlip Bintang Di Stadion Soccer City
Sabtu, 13/03/10, 00:02
Audit Korupsi BP Migas Kenapa Belum Keluar?
Sabtu, 13/03/10, 00:00
Apa Mungkin Mega Takluk Rayuan Ketiga Taufik Kiemas
Jumat, 12/03/10, 21:55
Gedung Putih: Obama Tunda Datang ke Indonesia!
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Eva Kusuma Sundari, Kami Sudah Tak Bisa Mempercayainya Lagi
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

KONTROVERSI PENUNJUKAN ENDANG
Penggantian Nila Djuwita yang Mendadak Masih Dipertanyakan

Kamis, 22 Oktober 2009, 18:08:00 WIB

Laporan: Aldi Gultom

Jakarta, RMOL. Begitu diumumkan sebagai Menteri Kesehatan yang baru, nama Endang Rahayu Sedyaningsih langsung menuai protes. Tidak tanggung-tanggung, perempuan jebolan Harvard School of Public Health, Boston ini dituding sebagai antek asing karena kedekatannya dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2).

Protes berawal dari pernyataan mantan Menkes Siti Fadilah Supari yang mengatakan Endang pernah dimutasi karena membawa virus yang dilarang ke luar negeri tanpa setahu Departemen Kesehatan. Kacurigaan pun berhamburan menuju Endang. Apalagi, ia dikenal sebagai mantan peneliti di Namru-2. Penunjukan Endang oleh SBY pun terkesan sangat terburu-buru. Padahal, sebelumnya nama Nila Djuwita Moeloek sudah sangat kuat terdengar bakal gantikan siti Fadillah. Ia pun sudah melewati berbagai proses seleksi yang musti diikuti semua calon menteri.

“Moeloek lebih bagus lah, dia ahli kanker mata. Kenapa dia didiskualifikasi? Masalah kesehatan? Masalah kejiwaan? Kalau benar soal kejiwaan, itu sangat subjektif. Manuvernya cepat, perubahan mendadak,” kata Presdium Mer-C, Jose Rizal Jurnalis, saat dihubungi Kamis (22/10).

Jose mengritik keras penunjukan Endang. Menteri Kesehatan di masa mendatang akan bergumul dengan permasalahan virus dan senjata biologi yang menjadi problem krusial buat negara-negara dunia ketiga. Di masa depan, pertarungan internasional bukanlah lagi seputar ekstrim kiri atau kanan, melainkan bicara senjata biologi yang berbuntut kepada kepentingan asing pada negara dunia ketiga. Depkes, BIN dan Deplu, akan jadi bagian terdepan dari keamanan negara. "Nah kalau Menkesnya dekat dengan Namru, hancur negara kita,” lontar dokter spesialis medan perang ini. [ald]



Baca juga:


Ada 1 komentar tentang berita ini :

VIRUS GRATIS OBATNYA BAYAR
Kamis, 22 Oktober 2009, 22:32:46 WIB
Komentator: sugianto
VIRUS GRATIS OBATNYA BAYAR..ITULAH YANG TERJADI DIKEBANYAKAN NEGARA BERKEMBANG..

VIRUD GRATIS DARI PARA KORBAN DI NEGARA BERKEMBANG....DITELITI KATANYA...BENAR....TAPI DITEMUKAN OBATNYA...DIPATENKAN DI LUAR NEGERI....DIPRODUKDI DAN DIJUAL KEMBALI...DI NEGARA BERKEMBANG....ITULAH BISNIS NEOLIB....HAA...HAA....

DI NEGARA LAIN RAKYATNYA JUAL GINJAL...BESOK BISA JUAL VIRUS KALI...

..ORANG MISKIN....NANTI JUAL VIRUS 'L4P4R' ALIAS VIRUS LAPAR DARI ORANG MISKIN.....OBATNYA DIBUAT DARI LUAR NEGERI...VAKSIN PINJAMAN HUTANG...BAYAR BUNGA JADI..NEOLIB LAGI...HAA...HAA.AA

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Audit Korupsi BP Migas Kenapa Belum Keluar?
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Apa Mungkin Mega Takluk Rayuan Ketiga Taufik Kiemas