|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
Pemerintah Harus Peka Masalah yang Tidak Kasat Mata
Kamis, 22 Oktober 2009, 14:28:22 WIB
Laporan: Aldi GultomJakarta, RMOL. Penetapan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan mencuatkan kembali polemik laboratorium penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2).
Menurut pengamat intelijen Wawan Purwanto kerjasama dengan asing dalam bidang-bidang tertentu harus mempertimbangkan kepentingan nasional. Bila merugikan kepentingan nasional, maka kerjasama itu harus dihentikan. Bila mengandung kesepakatan yang menguntungkan kepentingan nasional, kerjasama itu bisa dilanjutkan dengan catatan pihak Indonesia memiliki kontrol.
“Menurut saya kembali ke masalah kontrol. Ini menjaga hal-hal tidak diinginkan,” kata Wawan saat dihubungi lewat telepon siang ini (Kamis, 22/10).
Kerjasama dengan Namru dan lembaga-lembaga asing sejenisnya, tambah Wawan, perlu dikaji setiap saat karena persoalan itu bukan masalah yang kasat mata. Apalagi era sekarang dunia bukan lagi dilanda perang konvensional tapi perang ekonomi dan ideologi. [ald]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|