HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Bantah Jual Virus, Endang Siap Lanjutkan Kerja Sama dengan AS
Kamis, 22 Oktober 2009, 13:17:31 WIB

Laporan: Zul Sikumbang

Jakarta, RMOL. Menteri Kesehatan baru, Endang Rahayu Sendyaningsih membantah tudingan yang menyatakan bahwa dirinya menjual virus flu burung ke luar negeri.

“Tidak benar saya menjual virus H5N1. itu kan hasil penelitian. Setiap peneliti boleh membawa,” ujar Endang saat ditemui di kediamannya, Jalan Pendidikan Raya III, Komplek IKIP, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (22/10).

Mengenai pemutasian dirinya terkait virus itu, Endang mengaku itu sebatas perintah atasan. Sebagai bawahan, dirinya harus bisa legowo dipindahtugaskan. Perihal kedekatannya dirinya dengan Namru-2, Endang menjelaskan sebagai peneliti dirinya memang dekat dengan berbagai pihak, termasuk juga Namru, Belanda, dan Jepang. Endang juga menyatakan akan melanjutkan kerja sama penelitian dengan Amerika Serikat.

“Semua yang baik akan kita lanjutkan. Yang dilanjutkan adalah kerja sama dengan Amerika Serikat karena Menkes yang lama (Siti Fadillah Supari) sudah merintis, tapi bukan Namru, bukan juga dengan militer. Kan dengan Namru sudah ditutup, masak kembali lagi,” tandasnya. [wid]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat