HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 12/03/10, 20:47
GEGER PAMULANG
Warga Gang Asem Diresahkan Helikopter Polisi
Jumat, 12/03/10, 19:16
JK: Masyarakat Butuh Kearifan SBY
Jumat, 12/03/10, 18:58
Andi Rahmat: Ongkos Politik Menyatakan Pendapat Sangat Mahal
Jumat, 12/03/10, 18:56
JK: Sri Mulyani Harus Tahu Diri, DPR Mesti Pahami Rakyat
Jumat, 12/03/10, 18:45
Keluarkan Pernyataan Menyinggung, Polda Lampung Diprotes Kontras
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Chairuman Harahap, Merasa Tidak Bersalah, Padahal Lakukan Kesalahan
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

Waspada Senjata Biologi, Menkes Bukan Sembarang Jabatan
Kamis, 22 Oktober 2009, 12:31:50 WIB

Laporan: Aldi Gultom

Jakarta, RMOL. Jangan lagi anggap remeh jabatan Menteri Kesehatan karena di masa mendatang permasalah virus dan senjata biologi akan menjadi problem krusial buat negara-negara dunia.

Pendiri organisasi Mer-C, Dr Jose Rizal Jurnalis, mengatakan masalah virus akan berdampak ke masalah ekonomi politik internasional.

“Masalah virus ini jadi masalah penting di masa depan. Bayangkan Mexico yang terkena virus flu babi, dia diisolir, hancur ekonomi negaranya,” kata Jose saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 22/10).

Ditegaskannya lagi, di bawah kendali Siti Fadilah, Departemen Kesehatan bukan lagi “departemen buram”. Di tangan Siti Depkes menjadi departemen macan. Ancaman wabah virus flu babi dan burung dan lainnya memaksa Depkes menjadi departemen penentu keselamatan negara itu.

“Ingat waktu WHO menyatakan virus flu burung sudah menular dari orang ke orang di tanah Karo? Bu Siti ini yang mengkoreksi. Karena kalau kita nurut saja, akan menjurus ke isolasi, dan nasib kita jadi seperti Mexico,” jelasnya.

Ditambahkan, di masa depan pertarungan internasional bukanlah lagi bicara esktrim kiri atau kanan melainkan bicara senjata biologi yang berbuntut kepada kepentingan asing pada negara dunia ketiga.

“Depkes ke depan dan BIN dan Deplu, jadi bagian terdepan dari keamanan negara. Salah kalau menkes itu tak dalam posisi penting. Nah kalau menkesnya dekat dengan Namru, hancur negara kita,” lontar dokter spesialis medan perang ini. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Setneg Harus Jadi Contoh Lakukan Reformasi Birokrasi