HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Menkes Baru Diharapkan Tidak Terlalu Emosional
Kamis, 22 Oktober 2009, 11:58:23 WIB

Laporan: Aldi Gultom

Jakarta, RMOL. Walaupun memberi acungan jempol untuk mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Yusron Ihza, tidak mau terlalu cepat memberi penilaian buruk pada Menkes baru, Endang Rahayu Sedyaningsih.

“Terkait penggantian itu, tentu saja segala sesuatu ada kurang dan lebihnya. Dalam masalah Namru, Siti Fadilah memang patut diacungi jempol, tapi di sisi lain ada beberapa kelemahan, dia terlalu emosional,” jelas mantan anggota Komisi I DPR Yusron Ihza pada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 22/10).

Yusron mengingat, dalam sebuah kesempatan rapat yang membahas keberadaan Namru di Indonesia, Siti Fadilah tampak sangat emosional dan membuat tegang suasana rapat.

“Waktu itu ia tegas Namru harus ditutup. Sedangkan komisi I terbelah tiga sikap,” katanya.

Kini, Yusron berharap Endang Rahayu Sedyaningsih dengan segala kontroversi yang mengikutinya, bisa bekerja lebih baik untuk kepentingan rakyat.

“Mungkin yang baru ini lebih rasional walaupun sulit diterima masyarakat,” tandas Yusron. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat