HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Misteri Ledakan Penduduk dan "Rakyat Baru" Singapura
Selasa, 20 Oktober 2009, 16:13:05 WIB


Oleh: Moh. Effendy bin Abdul Hamid

SINGAPURA'S memukul penduduk hampir 4.99 juta pada bulan Jun tahun ini, naik 3,1 persen dari tahun lalu.

Pertumbuhan telah didorong terutamanya oleh kenaikan pendatang, kerana jumlah bayi yang disampaikan oleh orang Singapura hanya naik secara marginal sahaja.

Hanya sedikit lebih bayi yang lahir tahun lalu berbanding tahun sebelumnya: 39.826, naik 0.9 peratus. Tetapi secara keseleruhan, kesuburan total turun 1.29-1.28 tahun lalu.

Associate Professor Straughan Paulin, seorang pakar sosiologi dari National University of Singapore, mengatakan bahawa kenaikan jumlah pendatang adalah positif kerana ia membolehkan Singapura mengekalkan pertumbuhan penduduk, meskipun kemelesetan dan persaingan daripada negara-negara maju lain.

Seperti Singapura, mereka mencari pendatang untuk menebus penurunan tingkat kesuburan di negeri mereka. Dia kata lagi bahawa ini menunjukkan bahawa Singapura merupakan tempat yang menarik bagi migran kerana masih ada pekerjaan dan status hidup yang tinggi di Singapura.

Lima juta orang di dalam sebuah pulau kecil?

Saya garu kepala memikirkannya. Tampaknya pemerintah yakin ini cara yang terbaik untuk memastikan prestasi ekonomi yang berpanjangan.

Namun, belum diketahui atau tidak banyak yang dibahaskan kesan dasar kependudukan ini ke atas rakyat kelahiran Singapura.

Yang tentu, lebih banyak orang akan meningkatkan tahap stress orang yang hidup di Singapura dan meningkatkan lagi persaingan mencari pekerjaan.

Melungsuri Internet, saya cuba menilai emosi dan fikir warga siber dari Singapura mengenai masalah pekerjaan dan sikap antara 'rakyat baru' sehinggalah kesan Perkhidmatan Negara serta cinta watan. Nampaknya, banyak mengeluh tentang anak pendatang baru yang tidak diharuskan menjalani Perkhidmatan Negara.

Walaupun begitu, ada juga berpendapat bahawa keadaan Singapura belum begitu teruk. 'Rakyat baru' boleh menyesuaikan diri dan memberi manfaat kepada Singapura. Tetapi mereka yang berpendapat begitu hanya mengulangi rhetoric negara dan tidak memikirkan secara dalam isu ini.

Saya cuba mencungkil pandangan daripada kaum minoriti Singapura: Adakah kehadiran 'rakyat baru' akan memudaratkan keadaan sosioekonomi mereka?

Mungkin sedang rakyat kelahiran Singapura berdepan dengan kehadiran 'pendatang berbakat' atau 'rakyat baru', mengalirlah suatu perkembangan dan perspektif yang memberikan takrif dan bentuk kepada jati diri Singapura yang lebih kukuh lagi. Tetapi masalah yang berkaitan harus difikirkan juga.

Pernah saya terbaca iklan sebuah syarikat yang mahukan pekerja bukan warga. Rakyat Singapura marah kerana syarikat-syarikat lebih suka sekarang menggajikan pekerja pendatang baru ini. Mungkin mereka dilihatkan sebagai pekerja yang lebih bagus, mungkin mereka terima gaji yang lebih rendah. Saya tak tahu tapi ini akan menjadi sebuah kecenderungan syarikat-syarikat di Singapura.

Trend ini serupa dengan sikap syarikat yang mahukan pekerja daripada golongan etnik tertentu saja. Dari segi ilmu ekonomi, hal ini dinilai sebagai diskriminasi pekerjaan. Syarikat-syarikat singapura dalam ini mahu pekerja yang boleh bercakap dalam bahasa cina sahaja (erti orang Cina la). Nampaknya sekarang trend sudah berubah, pendatang baru menjadi golongan pekerja yang disukai syarikat Singapura.

Memikirkan tentang ini semua, saya memikirkan tentang beberapa perkara:

1) Tiada identiti Nasional di Singapura. Pendatang baru senang dimasukan tanpa bantahan

2) Kerakyatan (citizenship) diberikan dengan senangnya kepada pendatang baru

3) Pendatang baru hanya memikirkan tentang mencari duit sahaja. Selepas cukup meraih keuntungan, mereka akan pergi ke negara lain atau kembali kepada negara mereka

Soalan yang saya fikirkan sekarang dan ditujukan kepada pembaca: Orang Melayu Singapura, bagaimana mereka akan beradaptasi kepada situasi baru ini?

Penulis adalah warga negara Singapura, mahasiswa program doktoral bidang sejarah University of Hawaii at Manoa (UHM), juga pengelola Moslem Society in Asia di UHM. []



Baca juga:


Ada 2 komentar tentang berita ini :

he... he....he.... indon
Rabu, 21 Oktober 2009, 22:07:46 WIB
Komentator: wawan
wajar singapura sbg tempat pelarian perampok uang negara indon.. mengingat sejarah singapura sendiri tadinya pulau yg didiamin para perompak dan penyamun... yg kemudian ditundukkan pasukan singosari... lihat penjelas2 saya terdahulu tentang asal nama singapura dan tumasik....

asal nama bangka dan belitung;
ketika pasukan singosari pulang sehabis ekspidisi pamalayu... sebagian pasukannya ada yg meninggal (bongko 'jawa'= mati= bangke=bangkai=bangka=) dlm perjalan pulang dan meninggal deket suatu pulau... mangkanya pulau tsb dinamakan pulau bongko dan lama2 menjadi pulau bangka....

setelah berlayar terus disuatu tempat deket pulau... mayat2 sebagian sdang terkena belatung .. mangkanya pulau tsb dinamakan pulau belatung... dan kemudian bernama pulau belitung....

klo sumatra yg memberinama orang india... pulau yg terletak di samudra.... lama2 dari samudra menjadi sumatra....

demikianlah encik penjelasan saya yg belum diuangkap oleh ahli sejarah.....

lain kali awak akan jelaskan asal nama; jawa, borneo,tg bali karimun, karimun jawa, sulawesi, bali, madura, papua, maluku dan pulau2 lain di nusantara....

saya sudah jelaskan asal kata amerika... versi barat... versi cina... versi jawa dan bugis....

lain kali akan awak jelaskan asal kata hawai.. kanada.. chili.. brazil.. caribia... cuba..spanyol... versi pelaut2 jawa yg berlayar keliling dunia pada abad 5... sebelum cheng ho dan kublai khan mengerahkan armada dilautan utk keliling dunia juga....

encik cuba baca bukunya gavin menzies tentang pelayaran armada cheng ho mengelilingi dunia sebelum colombus dan vascoda gama merasa yg pertama menemukan dunia baru....

dijelaskan disitu bahuwa si alfian bin abdul qodir (alfonso d'abulquerque) merampas peta punya pelaut jawa yg ditulis dg huruf jawa... dimana peta2 tsb sudh menunjukkan negri spanyol dan benua amrik serta ustrali...

WNI pengemplang di indonesia pindah WN Singapura
Selasa, 20 Oktober 2009, 17:43:55 WIB
Komentator: sugianto
WNI pengemplang di indonesia pindah WN Singapura..diyakini banyaknya WNI yang pindah warga negara karena berhasil kabur dari kejaran penegak hukum bawa uang lari ke singapura hasil korupsi dan mengemplang uang negara...jadi tidak heran pertumbuhan Warga Negara singapura bertambah bukan karena kelahiran..tetapi migran...diyakini dari indonesia cukup banyak...

bahkan mungkin diyakini WNI yang tinggal di singapura punya 2 kewarganeraaan...WNI + WN Singapura...karena singapura adalah surga bagi pembawa uang haram...karena pemerintah singapura melindungi koruptor deh..

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang