HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Obama Ijinkan Gay Masuk Militer
Senin, 12 Oktober 2009, 10:48:27 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Pemerintah Amerika Serikat akan mengakhiri kebijakan yang melarang kaum gay secara terbuka masuk dalam kemiliteran AS.

Dalam pidatonya di hadapan 3 ribu aktivis di Washington, Sabtu (10/10), Presiden AS, Barrack Obama menegaskan, pencabutan larangan bagi gaya bergabung dalam militer itu sesuai janjinya untuk berkomitmen berjuang demi kesetaraan hak asasi semua warga AS.

"Saya akan akhiri 'Jangan Bertanya, Jangan Ceritakan.' Itu komitmen saya pada Anda. Kita tidak boleh menghukum patriot Amerika yang ingin melayani negerinya," tegas Obama dalam sebuah event yang digelar Organisasi Hak Asasi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transjender (LGBT) terbesar di Paman Sam, seperti dikutip dari situs Aljazeera.

Kalimat pidato presiden kulit hitam pertama di AS itu langsung disambut sorak-sorai ribuan orang yang memenuhi gedung Washington Convention Center. Kendati menjanjikan "komitmen kuatnya" untuk mendukung hak asasi gay, Obama tidak memberikan batas waktu untuk pencabutan UU tahun 1993 yang membatasi hak warga gay. Apalagi masalah gay masih menjadi isu sosial yang sensitif untuk dibahas di Paman Sam. Lebih dari 12 ribu personel militer AS telah dipecat berdasarkan kebijakan yang mengharuskan gay dan lesbian untuk merahasiakan orientasi seksual mereka, atau menghadapi pemecatan bagi yang melanggarnya.

"Saya benar-benar sadar, banyak kalangan Kampanye HAM (HRC) tidak yakin bahwa kemajuannya sangat cepat. Tapi jangan ragu dengan arah yang kita tuju dan tujuan itu akan kita raih," papar Obama.

Obama telah menambah tunjangan federal untuk pasangan hidup gay atau lesbian, tapi para aktivis masih terus menagih janji Presiden AS untuk mencabut larangan gay masuk militer itu. Karena itu Obama kemarin kembali berjanji untuk menegaskan tekadnya tersebut.[wid]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat