HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 12/03/10, 08:40
GEGER PAMULANG
Azra: Teroris Bukan Hanya Urusan Polisi
Jumat, 12/03/10, 07:53
DPR Tak Punya Hak Boikot Sri Mulyani
Jumat, 12/03/10, 03:49
PIALA DUNIA 2010
Macan Asia Tolak Bala
Jumat, 12/03/10, 03:14
PIALA DUNIA 2010
Indahnya Stadion Mandela Bay Di Tepi Danau North End
Jumat, 12/03/10, 02:07
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Chairuman Harahap, Merasa Tidak Bersalah, Padahal Lakukan Kesalahan
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

Obama Ijinkan Gay Masuk Militer
Senin, 12 Oktober 2009, 10:48:27 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Pemerintah Amerika Serikat akan mengakhiri kebijakan yang melarang kaum gay secara terbuka masuk dalam kemiliteran AS.

Dalam pidatonya di hadapan 3 ribu aktivis di Washington, Sabtu (10/10), Presiden AS, Barrack Obama menegaskan, pencabutan larangan bagi gaya bergabung dalam militer itu sesuai janjinya untuk berkomitmen berjuang demi kesetaraan hak asasi semua warga AS.

"Saya akan akhiri 'Jangan Bertanya, Jangan Ceritakan.' Itu komitmen saya pada Anda. Kita tidak boleh menghukum patriot Amerika yang ingin melayani negerinya," tegas Obama dalam sebuah event yang digelar Organisasi Hak Asasi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transjender (LGBT) terbesar di Paman Sam, seperti dikutip dari situs Aljazeera.

Kalimat pidato presiden kulit hitam pertama di AS itu langsung disambut sorak-sorai ribuan orang yang memenuhi gedung Washington Convention Center. Kendati menjanjikan "komitmen kuatnya" untuk mendukung hak asasi gay, Obama tidak memberikan batas waktu untuk pencabutan UU tahun 1993 yang membatasi hak warga gay. Apalagi masalah gay masih menjadi isu sosial yang sensitif untuk dibahas di Paman Sam. Lebih dari 12 ribu personel militer AS telah dipecat berdasarkan kebijakan yang mengharuskan gay dan lesbian untuk merahasiakan orientasi seksual mereka, atau menghadapi pemecatan bagi yang melanggarnya.

"Saya benar-benar sadar, banyak kalangan Kampanye HAM (HRC) tidak yakin bahwa kemajuannya sangat cepat. Tapi jangan ragu dengan arah yang kita tuju dan tujuan itu akan kita raih," papar Obama.

Obama telah menambah tunjangan federal untuk pasangan hidup gay atau lesbian, tapi para aktivis masih terus menagih janji Presiden AS untuk mencabut larangan gay masuk militer itu. Karena itu Obama kemarin kembali berjanji untuk menegaskan tekadnya tersebut.[wid]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Setneg Harus Jadi Contoh Lakukan Reformasi Birokrasi