HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 18:13
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

SKANDAL BANK CENTURY
Duri dalam Daging SBY Picu Pembangkangan

Jumat, 09 Oktober 2009, 15:30:21 WIB

Laporan: Aldi Gultom

Jakarta, RMOL. Presiden terpilih SBY telah mengambil resiko yang akan membuat jalannya roda pemerintahan tersendat-sendat.

Wakil Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Eggi Sudjana yakin kasus mega korupsi seperti skandal Bank Century yang mengkaitkan Boediono dan Sri Mulyani, bahkan menyeret Kabareskrim Mabes Polri, akan terus menjadi catatan bagi rakyat karena para pelakunya dipastikan tetap memegang jabatan penting di pemerintahan mendatang.

“Kasus-kasus ini sangat bisa mengganggu. Kalau Boediono dan Ani tetap dilantik, tetap akan menjadi yang menjadi namanya duri dalam daging kalau dimakan,” kata Eggi saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Jumat (9/10).

Selain itu saat ini, tambah Eggi, rakyat tak percaya lagi pada DPR karena telah didominasi kekuatan penguasa. Dengan Marzuki Alie sebagai Ketua DPR saja, kata Eggi, DPR tidak akan berani pada pemerintah.

“Jadi tidak ada check and balance. Itu potensi anarkisme, bentuknya kerusuhan, ketidakpercayaan, pembangkangan sipil. Kalau ada yang mengorganisir, itu bisa terjadi,” tandas Eggi. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang