|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
MUDIK LEBARAN 2009 Tips Warga Jakarta Saat Mudik Menggunakan Transportasi Umum
Jumat, 11 September 2009, 14:41:17 WIB
Laporan: Mohamad Fadhilah ZeinJakarta, RMOL. Warga Jakarta yang mudik ke kampung halaman kerap membawa barang bawaan secara berlebihan. Kondisi ini sering digunakan para pelaku kriminalitas untuk menjalankan aksinya. Biasanya mereka beraksi di tempat-tempat umum, seperti terminal, stasiun dan pelabuhan.
"Saya sarankan kepada para penumpang agar tidak berpenampilan mencolok saat mudik. Itu bisa mengundang para penjahat untuk menjalankan aksi kriminalitasnya. Serta jangan percaya dengan orang yang pura-pura menawarkan jasa baik, seperti memberi makanan dan minuman yang beresiko pembiusan," kata Kepala Terminal Lebak Bulus, Endi Lastion, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Jumat (10/9).
Endi menambahkan untuk mengurangi tindak kriminalitas saat mudik, terminal Lebak Bulus memasang peringatan-peringatan yang diletakkan di lokasi strategis. Selain itu, di terminal ini juga didirikan posko-posko keamanan dan pelayanan kesehatan.
"Alhamdulillah Reskrim (Reserse dan Kriminal) di sini selalu aktif. Saya juga menyuruh anak-anak di sini untuk memasang mata dan telinga kalau-kalau melihat dan mendengar adanya kejahatan di terminal ini," tandasnya. [mfz]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|