HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 18:13
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Bius Pemudik Mulai Marak, Kuli Bangunan Kehilangan Blackberry
Rabu, 09 September 2009, 17:15:02 WIB

Laporan: Pipik Anwar Siddik

Jakarta, RMOL. Pelaku kejahatan dengan modus membius korban pemudik, mulai beraksi. Kali ini Warsino (27), lelaki asal Cilacap, ditemukan tidak sadarkan diri, di areal GOR Kayuringin, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, pada Rabu (9/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban yang sudah tidak berdaya, kemudian diantarkan warga setempat ke RSUD Kota Bekasi, untuk menjalani perawatan. Saat berada di rumah sakitlah korban tersadar lalu menceritakan peristiwa yang menimpanya. Menurut bapak dua anak ini, dirinya bekerja di Pontianak, Kalimantan Barat sebagai kuli bangunan. Dan pada Rabu (9/9) dinihari Warsino menggunakan pesawat untuk pulang ke Cilacap. Setelah turun di Bandara Soekarno-Hatta, ia mengambil bus Damri dan turun di belakang Bekasi Hyper Mall, Bekasi Selatan, Kota Bekasi karena ia berencana mengambil bus Sinar Jaya di Cibitung.

Di saat itulah ia bertemu dengan tiga orang lelaki yang mengaku hendak pulang juga ke Cilacap. Warsino tak menaruh curiga, karena selain ketiganya fasih berbahasa jawa, mereka juga mengaku berasal dari kampung halaman yang sama dengan dirinya. Setelah makan di warung nasi, Warsino ditawari minuman jamu dengan alasan agar tak masuk angin ketika naik bus. Tanpa curiga ia pun meminumnya.

Setelah meminumnya, ketiga lelaki yang diduga pelaku pembiusan Warsino itu lalu mengajaknya ke kawasan GOR Bekasi. Dirinya diajak berbelanja di pasar murah untuk membeli oleh-oleh buat keluarga. Lelaki yang telah lima tahun bekerja sebagai kuli bangunan di Pontianak itu, mau saja.
Ketika sampai di arel GOR Bekasi, Warsino merasa pusing. Tak lama kemudan dirinya tak sadarkan diri. Setelah sadar ternyata sudah berada di ruang IGD RSUD Kota Bekasi.

Dari pengakuannya, tas berisi pakaian dan berbagai buah tangan dari Pontianak raib. Tak hanya itu saja, dia juga mengaku kehilangan THR Rp 2 juta dari hasil bekerjanya selama setahun. Bahkan ponsel bermerek Blackberry pun digondol para pelaku, meski Warsino mengaku membeli HP tersebut dari kawannya dalam keadaan sudah bekas. Kini, Warsino masih tak berdaya di ruang perawatan RSUD Kota Bekasi. Dan kasusnya masih dalam penanganan petugas Mapolsek Bekasi Selatan. [ald]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang