|
 |
|
|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 18:50 BOM TABUNG GAS JK: Jangan Salahkan Konversinya |
|
Jumat, 30/07/10, 18:26 Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai |
|
Jumat, 30/07/10, 18:22 REKENING GENDUT POLRI Polri Tantang Denny Indrayana |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14 Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
Jumat, 30/07/10, 18:13 Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat |
|
 |
|
|
|
|
|
Bius Pemudik Mulai Marak, Kuli Bangunan Kehilangan Blackberry
Rabu, 09 September 2009, 17:15:02 WIB
Laporan: Pipik Anwar SiddikJakarta, RMOL. Pelaku kejahatan dengan modus membius korban pemudik, mulai beraksi. Kali ini Warsino (27), lelaki asal Cilacap, ditemukan tidak sadarkan diri, di areal GOR Kayuringin, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, pada Rabu (9/9) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban yang sudah tidak berdaya, kemudian diantarkan warga setempat ke RSUD Kota Bekasi, untuk menjalani perawatan. Saat berada di rumah sakitlah korban tersadar lalu menceritakan peristiwa yang menimpanya. Menurut bapak dua anak ini, dirinya bekerja di Pontianak, Kalimantan Barat sebagai kuli bangunan. Dan pada Rabu (9/9) dinihari Warsino menggunakan pesawat untuk pulang ke Cilacap. Setelah turun di Bandara Soekarno-Hatta, ia mengambil bus Damri dan turun di belakang Bekasi Hyper Mall, Bekasi Selatan, Kota Bekasi karena ia berencana mengambil bus Sinar Jaya di Cibitung.
Di saat itulah ia bertemu dengan tiga orang lelaki yang mengaku hendak pulang juga ke Cilacap. Warsino tak menaruh curiga, karena selain ketiganya fasih berbahasa jawa, mereka juga mengaku berasal dari kampung halaman yang sama dengan dirinya. Setelah makan di warung nasi, Warsino ditawari minuman jamu dengan alasan agar tak masuk angin ketika naik bus. Tanpa curiga ia pun meminumnya.
Setelah meminumnya, ketiga lelaki yang diduga pelaku pembiusan Warsino itu lalu mengajaknya ke kawasan GOR Bekasi. Dirinya diajak berbelanja di pasar murah untuk membeli oleh-oleh buat keluarga. Lelaki yang telah lima tahun bekerja sebagai kuli bangunan di Pontianak itu, mau saja.
Ketika sampai di arel GOR Bekasi, Warsino merasa pusing. Tak lama kemudan dirinya tak sadarkan diri. Setelah sadar ternyata sudah berada di ruang IGD RSUD Kota Bekasi.
Dari pengakuannya, tas berisi pakaian dan berbagai buah tangan dari Pontianak raib. Tak hanya itu saja, dia juga mengaku kehilangan THR Rp 2 juta dari hasil bekerjanya selama setahun. Bahkan ponsel bermerek Blackberry pun digondol para pelaku, meski Warsino mengaku membeli HP tersebut dari kawannya dalam keadaan sudah bekas. Kini, Warsino masih tak berdaya di ruang perawatan RSUD Kota Bekasi. Dan kasusnya masih dalam penanganan petugas Mapolsek Bekasi Selatan. [ald]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|