HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Awasi Dakwah, Muhammadiyah Sebut Polisi Bikin Masalah
Minggu, 23 Agustus 2009, 10:33:50 WIB

Laporan: Yayan Sopyani al-Hadi

Jakarta, RMOL. Tak beda dengan zaman Orde Baru jika polisi memantau aktivitas dakwah dan ceramah selama bulan Ramadhan.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, KH Rosyad Saleh, kepada Rakyat Merdeka Online menanggapi langkah polisi yang akan memantau aktivitas dakwah dan ceramah selama bulan Ramadhan (Minggu, 23/8)

“Itu seperti zaman Orde Baru yang mengawasi semua aktivitas dakwah. Polisi menimbulkan dan membuat masalah baru yang lebih rumit. Polisi menimbulkan kecemasan pada para mubaligh serta memicu kegelisahan di tengah masyarakat,” kata Rosyad.

Menurut Rosyad, tidak ada ceramah dan aktivitas dakwah yang menghasut apalagi menyebarkan paham teror. Kalau ada satu tempat yang dicurigai, kata Rosyad, polisi cukup mengawasi lokasi yang sudah benar-benar terdeteksi itu. Kalau tak bisa mendeteksi, lanjutnya, berarti kerja polisi tak efektif. [yan]



Baca juga:


Ada 4 komentar tentang berita ini :

Awasi guru nurdin di ngruki 24 jam non stop..
Senin, 24 Agustus 2009, 08:21:58 WIB
Komentator: wonglanang
Kalau menurut gw sih..buang2 waktu dan buang2 duit nih program. Kalaupun program ini mau diteruskan, bagusnya pilih2 jangan pukul rata..bagusnya markas JI di ngruki dimana guru nurdin masih ada disana yg harus diawasi 24 jam non stop..

Ada asap pasti ada api..

GARA2 NOORDIN MALINGSIA TOP !
Minggu, 23 Agustus 2009, 14:07:01 WIB
Komentator: alvi
Masak gara2 NOORDIN MALINGSIA TOP polisi mau menjadi intel bagi para Da'i dan Muballigh. Jangan mangalihkan masalah, cari saja Noordin sampai ketemu, mampu nggak kalian para polisi dan tentara menemukan teroris produk Malingsia tersebut !
Logikanya kagak nyambung, nyari Noordin koq para Da'i diawasi. PERCUMA saja, karena para Da'i menyampaikan amanah Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. secara terang2n, amar ma'ruf nahi munkar. Dan penyampaiannya TIDAK PERLU pakai Bom !!
Sedangkan para teroris, mereka kagak perlu ngomong, namun langsung BLAAAAARRRR !! Beda kan, Mr. Polisi dan Mr. Tentara. Malu kita melihat kebijakan pemerintah yang kadang SANGAT PRIMITIF. Masak TERORIS disamakan dengan DA'WAH. Masya'Allah.
Sadarlah kalian KAPOLRI dan Panglima TNI, jangan samakaratakan kelakuan NOORDIN Malingsia Top dengan mayoritas muslim Indonesia yang Sunni. Tindakan langkah dan kalian sama bahayanya dengan TEROR PKI dan ORDE BARU !!

Setuju Pak Saleh...
Minggu, 23 Agustus 2009, 11:48:21 WIB
Komentator: faiz
Ormas Islam dan masyarakat sipil di negeri ini HARUS MENOLAK SECARA KATEGORIS gagasan Polisi melakukan pengintelan terhadap pendakwah secara a priori. Ini adalah cara-cara Nazi dan penguasa totaliter yang sudah reformasi sejak sepuluh tahun lalu.

Kalau polisi mau melakukan pengawasan preventif, ia harus betul-betul menyaring dan menyelidiki dahulu para penceramah yg dianggap memiliki kecenderungan adu domba dan menyiarkan kebencian serta kekerasan. Tidak ujug-ujug semua penceramah diinteli! Selain tidak efektif, polisi juga akan kehabisan tenaga dan dana (kecuali kalau mendapat bantuan dari luar negeri yg juga apriori thd ummat Islam).

Saya kira, Polisi bisa melakukan pengawasan yg intensif dan efisien dengan tetap dalam jalur UU dan memperhatikan HAM. Janganlah nama baik dan prestasi bagus Polri dalam penanggulangan dan pemberantasan terorisme dirusak oleh cara-cara yg buruk seperti itu!

God Bless Indonesia!!

he he... indon
Minggu, 23 Agustus 2009, 11:10:51 WIB
Komentator: wawan
masanya beny dan sudomo datang lagi.... ini suatu bentuk kepanikan dan ketakberdayaan kapolri aja.......

ingat jaman pak harto dpt masukan dari beny (agen israel) dan domo untuk musuhin dan curigain umat islam hasilnya kan kacau......

untung setelah kasus talangsari dan tg priok pak harto sadar klo dikibulin orang2 itu... dan balik ngrangkul umat islam..... walau akhirnya dia dijatuhin mossad lewat cara lain........

sby nih mau kembali pakai model jaman beny lagi....... hanya karena ingin obama ke jakarta..... sungguh sangat besar sekali mengorbankan umat islam....... demi obama datang.....

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat