HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Minggu, 14/03/10, 15:35
Ruhut: Soal Hukum, Bambang Jangan Berkicau
Minggu, 14/03/10, 14:53
Mendingan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Korupsi Haram
Minggu, 14/03/10, 14:21
GEGER PAMULANG
Rumah Mantri Fauzi Lengang
Minggu, 14/03/10, 14:11
FATWA ROKOK HARAM
Muhammadiyah Bantah Bantuan dari Bloomberg Initiative untuk Bikin Fatwa
Minggu, 14/03/10, 13:23
Rokok Haram, Hanya Fatwa Majlis Tarjih Muhammadiyah
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Susno Duadji, Bukan Teroris Saja Yang Bisa Jihad, Polisi Juga Bisa
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dan Quwwatul Amani Siregar Pun Lahir

Jubir HTI Sebut Polisi Pemicu Konflik
Sabtu, 22 Agustus 2009, 15:21:26 WIB

Laporan: Yayan Sopyani al-Hadi

Jakarta, RMOL. Polisi tidak fokus dan melebarkan masalah dengan memantau aktivitas dakwah selama bulan Ramadhan.

Demikian disampaikan Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 22/8).

“Terorisme itu tak ada kaitannya dengan mesjid. Kalaupun ada orang mesjid yang terlibat dalam aksi teror itu karena sudah mengalami proses radikalisasi. Namun itu bukan institusi mesjid tapi personalnya. Kalau seperti ini, polisi sudah bertindak seperti di zaman Orde Baru. Dulu, ada istilah jual kaset di kampus. Jadi setiap aktivitis kampus yang radikal direkam ceramahnya lalu kasetnya dijual ke polisi. Dengan langkah ini, polisi telah menjadi pemicu konflik dan mengadu domba masyarakat. Nanti ada kecurigaan antara sesama aktivis mesjid dan antara aktivis mesjid dengan masyarakat pada umumnya,” kata Ismail.

Menurut Ismail, polisi tak punya kewenangan untuk mengawasi dakwah dan akan memicu antipati dari masyarakat muslim. Ismail mendesak agar polisi tetap fokus menangkap teroris tanpa melebarkan masalah pada aktivitas dakwah. [yan]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan