HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Jubir HTI Sebut Polisi Pemicu Konflik
Sabtu, 22 Agustus 2009, 15:21:26 WIB

Laporan: Yayan Sopyani al-Hadi

Jakarta, RMOL. Polisi tidak fokus dan melebarkan masalah dengan memantau aktivitas dakwah selama bulan Ramadhan.

Demikian disampaikan Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 22/8).

“Terorisme itu tak ada kaitannya dengan mesjid. Kalaupun ada orang mesjid yang terlibat dalam aksi teror itu karena sudah mengalami proses radikalisasi. Namun itu bukan institusi mesjid tapi personalnya. Kalau seperti ini, polisi sudah bertindak seperti di zaman Orde Baru. Dulu, ada istilah jual kaset di kampus. Jadi setiap aktivitis kampus yang radikal direkam ceramahnya lalu kasetnya dijual ke polisi. Dengan langkah ini, polisi telah menjadi pemicu konflik dan mengadu domba masyarakat. Nanti ada kecurigaan antara sesama aktivis mesjid dan antara aktivis mesjid dengan masyarakat pada umumnya,” kata Ismail.

Menurut Ismail, polisi tak punya kewenangan untuk mengawasi dakwah dan akan memicu antipati dari masyarakat muslim. Ismail mendesak agar polisi tetap fokus menangkap teroris tanpa melebarkan masalah pada aktivitas dakwah. [yan]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat