HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Sebelum Meninggal, Rendra Minta Mbah Surip Dimakamkan di Bengkel
Kamis, 06 Agustus 2009, 23:12:43 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Konon adalah Rendra yang meminta agar Mbah Surip yang lebih dahulu meninggal dunia untuk dimakamkan di komplek Bengkel Teater di Cipayung, Depok.

Mbah Surip, si pencipta dan pelantun "Tak Gendong" secara mengejutkan meninggal dunia pada hari Selasa lalu (4/8). Kematian Mbah Surip cukup mengejutkan mengingat tidak ada kabar mengenai sakit yang dideritanya sebelum itu.

Berbeda dengan Rendra. Akhir tahun lalu, November 2008, Rendra mengalami gangguan jantung. Penyakit baru kembali menyapanya hampir dua bulan lalu. Kali ini giliran ginjalnya yang bermasalah.

Diperkirakan Rendra juga akan dimakamkan di komplek Teater Bengkel. Sebelum Rendra dan Mbah Surip, seorang seniman lainnya Indra Darmawan, sudah lebih dahulu dimakamkan di tempat itu beberapa tahun lalu. [guh]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat