HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

KPK Superbody Ibarat Pisau Bermata Dua
Senin, 06 Juli 2009, 19:40:05 WIB

Laporan: M Hendry Ginting

Jakarta, RMOL. Pernyataan Presiden SBY yang menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi lembaga superbody ibarat pisau bermata dua.

Demikian dikatakan Ketua Klinik Hukum “Merdeka” Bennie Akbar Fatah kepada Rakyat Merdeka Online sore ini (Senin, 6/7) menyikapi penilaian bahwa KPK saat ini menghadapi demoralisasi. Bahkan SBY seperti dituding ikut andil dalam proses demoralisasi dengan menyebut KPK menjadi lembaga super body. "Pernyataan SBY tersebut memang harus diwaspadai sebab bisa menjadi pisau bermata dua," kata Bennie.

Dia menjelaskan, dari pernyataan SBY itu di satu sisi menyiratkan adanya kegusaran, kekhawatiran dan perasaan terusik dari SBY soal sepak terjang KPK selama ini. Apalagi setelah besannya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana Bank Indonesia (BI) dan diganjar 4,5 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor. Bennie juga menduga banyak orang-orang yang disekitar SBY yang khawatir dan terancam jika posisi KPK dibiarkan seperti sekarang ini. Kata dia, Besan SBY saja berani disikat apalagi mereka.

Sedangkan di sisi lain, pihaknya melihat pernyataan SBY itu bisa dijadikan legitimasi untuk memandulkan bahkan membubarkan KPK. Apalagi selama ini kata Bennie pihaknya melihat banyak pihak terutama para koruptor yang gerah dengan KPK. Mereka akan menggunakan segala cara untuk memberanguskan dengan memanfaatkan kelemahan dari anggota KPK itu sendiri. [dry]



Baca juga:


Ada 1 komentar tentang berita ini :

Jika demikian maka Pejabat KPK jangan tergelincir lagi.
Senin, 06 Juli 2009, 20:33:31 WIB
Komentator: koko
Karena KPK sekarang telah menjadi 'sasaran-tembak' maka para pejabat KPK wajib merapatkan barisan dan menjaga diri agar tidak 'tergelincir' lagi seperti Antasari Ashar.

Biarpun performance KPK saat ini sedang bagus, tidak mungkin ada kelompok tertentu termasuk para koruptor-koruptor ingin balas dendam maupun calon-calon koruptor yang saat ini mungkin sedang pada kebakaran-jenggot untuk 'mengincar' kelemahan apartur KPK.

Tegar dan benar-benar bersih diri merupakan kunci utama, agar terhindar dari 'sasaran-tembak' dari penjuru manapun.

Bisakah ini dilakukan?
Jawabannya kembali ke diri KPK sendiri.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat