|
 |
|
|
 |
|
Minggu, 14/03/10, 15:35 Ruhut: Soal Hukum, Bambang Jangan Berkicau |
|
Minggu, 14/03/10, 14:53 Mendingan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Korupsi Haram |
|
Minggu, 14/03/10, 14:21 GEGER PAMULANG Rumah Mantri Fauzi Lengang |
|
Minggu, 14/03/10, 14:11 FATWA ROKOK HARAM Muhammadiyah Bantah Bantuan dari Bloomberg Initiative untuk Bikin Fatwa |
|
Minggu, 14/03/10, 13:23 Rokok Haram, Hanya Fatwa Majlis Tarjih Muhammadiyah |
|
.jpg) |
|
|
|
|
|
Asing Lebih Konkret Bangun Aceh
Sabtu, 27 Januari 2007, 05:06:19 WIB
Lafarge Bangun Rumah Buat Korban Tsunami
Aceh, Rakyat Merdeka. Kita harus malu sama orang asing. Faktanya, mereka lebih konkret dan menepati janji sosialnya. Di Aceh, Lafarge, perusahaan yang bergerak di bidang material bangunan, berhasil membangun dan menyerahkan 63 unit rumah bagi korban bencana tsunami Aceh di Desa Lamkruet, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (25/1).
Rumah-rumah yang diserahkan kepada para korban tsunami ini merupakan penyelesaian fase ketiga proyek perumahan Lafarge dari komitmennya untuk menyediakan 274 rumah bagi sekitar 800 orang warga desa Lamkruet. “Seluruh proyek bernilai 4 juta dolar AS ini akan selesai dalam paruh kedua tahun ini,” ujar President Director Lafarge Cement Indonesia Marcel Cobuz, usai acara penyerahan kunci.
Proyek perumahan Lafarge dimulai pada semester kedua tahun 2005 dan hingga kemarin, sudah 124 unit rumah yang diserahkan. “Untuk 93 rumah lainnya sedang dalam proses pembangunan,” jelas Cobuz.
Bahkan secara kualitas, rumah permanen itu lengkap dengan saluran air, listrik, serta teknologi tahan gempa. Dari segi lingkungan, lanjut Cobuz, rumah-rumah itu dibangun dengan menggunakan kayu seminimal mungkin untuk menjawab keprihatinan atas pembalakan liar dan perlindungan hutan.
“Rumah-rumah ini menggunakan bahan bangunan Lafarge terbaik seperti semen, genting dan papan plaster gipsum yang dirancang secara profesional oleh Atlas Logistique (ATLAS) sesuai dengan anjuran pemerintah,” paparnya.
Walaupun dikerjakan oleh para pekerja dari Atlas Logistique, namun Lafarge tetap melibatkan masyarakat lokal, terutama penerima bantuan. Keterlibatan mereka, kata Cobuz, dimulai dari proses pembebasan lahan, penentuan penerima bantuan, desain rumah, sampai pemilihan warna. RM
Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|