HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Asing Lebih Konkret Bangun Aceh
Sabtu, 27 Januari 2007, 05:06:19 WIB


Lafarge Bangun Rumah Buat Korban Tsunami

Aceh, Rakyat Merdeka. Kita harus malu sama orang asing. Faktanya, mereka lebih konkret dan menepati janji sosialnya. Di Aceh, Lafarge, pe­rusahaan yang bergerak di bidang material bangunan, berhasil mem­bangun dan menyerahkan 63 unit rumah bagi korban bencana tsu­nami Aceh di Desa Lamkruet, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (25/1).

Rumah-rumah yang diserahkan kepada para korban tsunami ini merupakan penyelesaian fase ketiga proyek perumahan Lafarge dari komitmennya untuk menyediakan 274 rumah bagi sekitar 800 orang warga desa Lamkruet. “Seluruh proyek bernilai 4 juta dolar AS ini akan selesai dalam paruh kedua tahun ini,” ujar President Director Lafarge Cement Indonesia Marcel Cobuz, usai acara penyerahan kunci.

Proyek perumahan Lafarge dimulai pada semester kedua tahun 2005 dan hingga kemarin, sudah 124 unit rumah yang diserahkan. “Untuk 93 rumah lainnya sedang dalam proses pembangunan,” jelas Cobuz.

Bahkan secara kualitas, rumah permanen itu lengkap dengan saluran air, listrik, serta teknologi tahan gempa. Dari segi lingkungan, lanjut Cobuz, rumah-rumah itu dibangun dengan menggunakan kayu seminimal mungkin untuk menjawab keprihatinan atas pembalakan liar dan perlindungan hutan.

“Rumah-rumah ini menggunakan bahan bangunan Lafarge terbaik seperti semen, genting dan papan plaster gipsum yang dirancang secara profesional oleh Atlas Logistique (ATLAS) sesuai dengan anjuran pemerintah,” paparnya.

Walaupun dikerjakan oleh para pekerja dari Atlas Logistique, namun Lafarge tetap melibatkan masyarakat lokal, terutama penerima bantuan. Keterlibatan mereka, kata Cobuz, dimulai dari proses pembebasan lahan, penentuan penerima bantuan, desain rumah, sampai pemilihan warna. RM



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat