HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 12/03/10, 20:47
GEGER PAMULANG
Warga Gang Asem Diresahkan Helikopter Polisi
Jumat, 12/03/10, 19:16
JK: Masyarakat Butuh Kearifan SBY
Jumat, 12/03/10, 18:58
Andi Rahmat: Ongkos Politik Menyatakan Pendapat Sangat Mahal
Jumat, 12/03/10, 18:56
JK: Sri Mulyani Harus Tahu Diri, DPR Mesti Pahami Rakyat
Jumat, 12/03/10, 18:45
Keluarkan Pernyataan Menyinggung, Polda Lampung Diprotes Kontras
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Chairuman Harahap, Merasa Tidak Bersalah, Padahal Lakukan Kesalahan
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

Aneh, Tes CPNS di Lhokseumawe
Kamis, 25 Januari 2007, 11:29:21 WIB


Lhokseumawe, Rakyat Merdeka. Pengumuman kelulusan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2006 di Lhokseumawe mengundang protes dari para guru honorer yang mengikuti tes. Alhasil, kemarin (Rabu, 24/1) ratusan guru honorer berunjuk rasa di kantor walikota setempat.

Pasalnya, nama-nama yang sudah dinyatakan lulus, dan diumumkan lewat pengumumam di media massa belakangan malah dinyatakan gugur dalam tes CPNS. Padahal, selain diumumkan di media-massa, nama-nama yang lulus tes itu juga dipajang di kantor-kantor pemerintahan.

Para pengunjuk rasa mengancam mogok mengajar jika tidak ada kejelasan soal itu. "Hasil tes CPNS nama kami tercantum lulus. Kok sekarang dinyatakan gugur," ungkap seorang guru honorer.

Sialnya, para guru honorer yang dinyatakan gagal lulus tes itu sudah diminta menjahitkan dua setel pakaian dinas, yaitu Korpri dan PDH. Mereka juga diminta untuk melakukan daftar ulang. "Kalau memang kami tidak lulus, untuk apa disuruh daftar ulang dan menjahitkan seragam PNS?" tanyanya.

Pihak panitia tes CPNS beralasan, jangka waktu sebagai pengajar honorer kurang memenuhi syarat, yakni minimal empat bulan. Namun alasan itu dipertanykan, sebab, mengapa persyaratan tersebut tidak dicantumkan di dalam syarat pendaftaran untuk mengikuti tes CPNS.

"Ini kan alasan yang dibuat-buat," kata guru honorer itu.

Asisten II Setdako Lhokseumawe Ramli Azis, yang menerima keluhan para guru tersebut mengatakan, dirinya bukan pihak yang dapat mengambil kebijakan dan keputusan menyangkut persoalan itu. Dia hanya bisa berjanji meneruskan masalah tersebut ke wali kota. "Kami hanya menampung karena bukan pengambil kebijakan," kilah Ramli. jpnn/adi



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Setneg Harus Jadi Contoh Lakukan Reformasi Birokrasi