HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Tim Evaluasi Keamanan Transportasi Pesimis
Kamis, 18 Januari 2007, 18:44:32 WIB

Laporan: Zul Sikumbang

Jakarta, Rakyat Merdeka. Tim evaluasi keamanan dan keselamatan transportasi nasional mengaku bahwa waktu tiga bulan yang diberikan Presiden SBY sangat berat. Mereka pesimis bisa menuntaskan evaluasi secara komprehensif dengan kasus yang bermacam-macam.

Demikian dikatakan jurubicara tim evaluasi Utaryo Diran kepada wartawan usai bertemu dengan SBY di kantor Kepresidenan, Kamis sore (18/1).

Tim evaluasi keamanan dan keselamatan transportasi nasional ini terdiri dari tujuh orang yang diketuai bekas Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal (Purn) Cheppy Hakim, Budi Mulyawan Suyitno sebagai wakil ketua serta Yayun Riyanto bertindak sebagai sekretaris.

Untaryo membeberkan, dalam pertemuan dengan presiden tersebut, tim evaluasi diberi kesempatan selama tiga bulan untuk melakukan tugasnya. “Tapi masa tugas ini bisa diperpanjang. Presiden menyebutkan bahwa waktu tiga bulan bukan harga mati,” tandasnya.

Meski demikian, waktu tiga bulan nanti akan digunakan tim untuk mengevaluasi secara khusus sistem penerbangan nasional. “Fokus ke kasus penerbangan dulu,” tukasnya. Adapun yang dievaluasi secara komprehensif adalah mulai dari sistem manajemen sampai operasionalnya.

Untaryo membantah bahwa tugas tim evaluasi ini tumpang tindih dengan tugas KNKT yang fokus pada masalah teknis saja. Evaluasi ini sendiri bukan kasus per kasus, melainkan secara umum sistem transportasi nasional. iga



Baca juga:


Ada 2 komentar tentang berita ini :

LANGKAH JITU
Rabu, 24 Januari 2007, 10:47:10 WIB
Komentator: .mboten
LANGKAH JITU UNTUK ADAM AIR
1. TANGKAP AGUNG LAKSONO DAN ANAKNYA DAVE LAKSONO, BESERTA DIREKSI ADAM AIR.
2. SITA SEMUA PESAWAT, JUAL DAN BERIKAN KEPADA PARA KELUARGA KORBAN ADAM AIR.
3. MENHUB HARUS PECAT DIRJEN UDARA, LAUT DAN DARAT, BANDIT SEMUA, BISANYA CUMA NGELES DARI MASALAH. SETAN!!!

stepsnya
Kamis, 18 Januari 2007, 19:26:12 WIB
Komentator: yusan
- bubarkan adam air
- check lagi radar2 darat di lapangan2 terbang, ganti segera kalo ada yang rusak
- buat hotline untuk pilot yang dipaksa terbang padahal pesawat enggak beres, beri perlindungan hukum
- beberkan nomer seri pesawat dan history perawatan ke penumpang, pas penumpang checkin udah tahu umur pesawat dan lain2....
- kecelakaa2n yang terjadi dan udah ketemu black box segera diumumkan sebabnya secara terbuka
- gitu aja kok repot2..

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat