HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Kamis, 11/03/10, 17:26
KOALISI SBY PECAH
Pilih Opsi A, Ketua Umum PPP Ditinggalkan?
Kamis, 11/03/10, 17:26
Menko Kesra Tidak Yakin Ada Boikot Terhadap Sri Mulyani
Kamis, 11/03/10, 17:10
KOALISI SBY PECAH
Menteri Agama Kurusan, Takut Direshuffle?
Kamis, 11/03/10, 17:08
CENTURYGATE
Bantah Hasil DPR, Boni Hargen Samakan SBY dengan Bonek
Kamis, 11/03/10, 17:02
TNI-Polri Gelar Latihan Gabungan, Untuk Obama?
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Syarief Hasan, Jabatan Harus Diprioritaskan Daripada Urusan Politik
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

Tim Evaluasi Keamanan Transportasi Pesimis
Kamis, 18 Januari 2007, 18:44:32 WIB

Laporan: Zul Sikumbang

Jakarta, Rakyat Merdeka. Tim evaluasi keamanan dan keselamatan transportasi nasional mengaku bahwa waktu tiga bulan yang diberikan Presiden SBY sangat berat. Mereka pesimis bisa menuntaskan evaluasi secara komprehensif dengan kasus yang bermacam-macam.

Demikian dikatakan jurubicara tim evaluasi Utaryo Diran kepada wartawan usai bertemu dengan SBY di kantor Kepresidenan, Kamis sore (18/1).

Tim evaluasi keamanan dan keselamatan transportasi nasional ini terdiri dari tujuh orang yang diketuai bekas Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal (Purn) Cheppy Hakim, Budi Mulyawan Suyitno sebagai wakil ketua serta Yayun Riyanto bertindak sebagai sekretaris.

Untaryo membeberkan, dalam pertemuan dengan presiden tersebut, tim evaluasi diberi kesempatan selama tiga bulan untuk melakukan tugasnya. “Tapi masa tugas ini bisa diperpanjang. Presiden menyebutkan bahwa waktu tiga bulan bukan harga mati,” tandasnya.

Meski demikian, waktu tiga bulan nanti akan digunakan tim untuk mengevaluasi secara khusus sistem penerbangan nasional. “Fokus ke kasus penerbangan dulu,” tukasnya. Adapun yang dievaluasi secara komprehensif adalah mulai dari sistem manajemen sampai operasionalnya.

Untaryo membantah bahwa tugas tim evaluasi ini tumpang tindih dengan tugas KNKT yang fokus pada masalah teknis saja. Evaluasi ini sendiri bukan kasus per kasus, melainkan secara umum sistem transportasi nasional. iga



Baca juga:


Ada 2 komentar tentang berita ini :

LANGKAH JITU
Rabu, 24 Januari 2007, 10:47:10 WIB
Komentator: .mboten
LANGKAH JITU UNTUK ADAM AIR
1. TANGKAP AGUNG LAKSONO DAN ANAKNYA DAVE LAKSONO, BESERTA DIREKSI ADAM AIR.
2. SITA SEMUA PESAWAT, JUAL DAN BERIKAN KEPADA PARA KELUARGA KORBAN ADAM AIR.
3. MENHUB HARUS PECAT DIRJEN UDARA, LAUT DAN DARAT, BANDIT SEMUA, BISANYA CUMA NGELES DARI MASALAH. SETAN!!!

stepsnya
Kamis, 18 Januari 2007, 19:26:12 WIB
Komentator: yusan
- bubarkan adam air
- check lagi radar2 darat di lapangan2 terbang, ganti segera kalo ada yang rusak
- buat hotline untuk pilot yang dipaksa terbang padahal pesawat enggak beres, beri perlindungan hukum
- beberkan nomer seri pesawat dan history perawatan ke penumpang, pas penumpang checkin udah tahu umur pesawat dan lain2....
- kecelakaa2n yang terjadi dan udah ketemu black box segera diumumkan sebabnya secara terbuka
- gitu aja kok repot2..

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Mabes Polri Belum Sidik Kasus Politisi Misbakhun
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Teroris Sukses Diberantas, Penegakan Hukum Kandas