HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Minggu, 14/03/10, 01:37
PIALA DUNIA 2010
Skuad Dewa-dewi Di Ujung Tanduk
Minggu, 14/03/10, 01:25
PIALA DUNIA 2010
Duit Cekak? Di Tenda Aja
Minggu, 14/03/10, 01:18
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Minggu, 14/03/10, 00:10
Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan
Sabtu, 13/03/10, 18:51
KOALISI SBY PECAH
Komunikasi Partai Harus Dibenahi
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Susno Duadji, Bukan Teroris Saja Yang Bisa Jihad, Polisi Juga Bisa
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dan Quwwatul Amani Siregar Pun Lahir

Yang Ditemukan Cuma Tulang
Kamis, 18 Januari 2007, 07:15:42 WIB


Nasib Penumpang AdamAir Belum Terang

Makassar, Rakyat Merdeka. Pencarian pesawat AdamAir KI-574 telah memasuki hari ke-17, tapi tim SAR tetap belum menemukan satu pun pe­numpang. Kemarin, nelayan hanya me­ne­mu­kan potongan tulang beserta kulit manusia di perairan Pangkep.

Organ manusia itu ditemukan sekitar satu mil dari Kalumping, Kecamatan Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pang­kep). Benda yang diperkirakan tulang panggul itu didapat nelayan sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolres Pangkep AKBP Dwi Riyanto, yang dihubungi melalui handphone-nya Rabu pe­tang, mengatakan, pihaknya belum me­mas­ti­kan apakah tulang itu milik salah seorang pe­num­pang Adam Air KI-574 atau bukan.

Tadi malam, potongan tulang dan kulit ma­nusia itu langsung dibawa ke RS Bhayangkara Ma­kassar untuk penyelidikan lebih lanjut. Seperti temuan rambut, temuan tulang itu juga akan diteliti di laboratorium forensik (labfor) Polda Sulawesi Selatan.

Pada 11 Januari lalu, nelayan Parepare ber­na­ma Ali, menemukan mayat perempuan. Ma­yat itu sempat diduga salah seorang penumpang AdamAir. Namun, setelah divisum di RS Bha­yangkara, ternyata mayat itu bukan penumpang AdamAir.

Selain menemukan potongan tulang manusia, tim SAR yang melakukan pencarian di perairan Barru, Parepare, dan Pangkep, kemarin juga me­nemukan benda lain. Tim SAR dari Kodim 1405 Barru, menemukan jok kursi dan earphone.

Dari Polres Barru, ditemukan sejumlah ser­pi­han baru, antara lain aluminium yang diduga ba­gian dari kursi pesawat, papan fiber, busa, kain berwarna krem yang diduga pembungkus jok, dan plastik segitiga berwarna hi­jau. Namun, barang-barang tersebut be­lum dipastikan milik pesawat Adam­Air. Koordinator Tim SAR Marsma Eddy Suyanto yang didampingi Ketua Basarnas Bambang Karnoyudho, da­lam jumpa persnya mengungkapkan, barang-barang itu baru akan diteliti KNKT.

Hingga hari ke-17 hilangnya Adam­Air KI-574 yang mengangkut 96 pe­num­pang, tim SAR telah menemukan 111 serpihan yang dipastikan milik AdamAir. Serpihan itu antara lain be­r­upa 45 meja makan, 10 busa, 43 ser­pi­han bagian pesawat, dan sta­bi­li­li­zator elevator.

Fokker Singapura Pulang

Seiring penemuan serpihan pesawat di laut, pencarian melalui udara ber­angsur-angsur berkurang. Pukul 13.00 Wita kemarin, pesawat Fokker 50 Singapura beserta kru telah me­ning­gal­kan Makassar untuk kembali ke ne­garanya. Tim Singapura itu telah mem­bantu proses pencarian pesawat AdamAir sejak 3 Januari lalu. Ada 20 orang kru yang ikut dalam pesawat Fokker 50 tersebut. Singapura me­ngirim dua unit Fokker, namun hanya satu unit yang ikut melakukan pen­carian.

“Singapura sudah banyak membantu kita. Banyak data-data penting yang di­serahkan kepada tim SAR. Ber­da­sarkan temuan serpihan akhir-akhir ini, AdamAir hampir dipastikan jatuh di laut. Mereka tak punya alat untuk itu sehingga memilih pulang,” kata Eddy Suyanto.

Tim Fokker 50 Singapura yang di­pim­pin Keith Rodriguez, dilepas Eddy di posko tim SAR di markas Lanud Ha­sa­nuddin. Eddy memberi cen­de­ra­mata berupa miniatur pesawat Sukhoi yang diterima Major Ashley Lim.

Tim bantuan dari Singapura sendiri be­lum sepenuhnya meninggalkan In­do­nesia. Saat ini AL negara itu masih ada, mereka gabung dengan tim dari Aircraft Accident Investigation Bureau (AAIB) yang menggunakan KM Baruna Jaya. “Hingga saat ini, mereka masih dalam perjalanan menuju titik yang diduga lokasi jatuhnya pesawat AdamAir. Mereka akan mengi­den­ti­if­kasi logam yang terdeteksi di perairan itu sebelumnya.” RM



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Ayo, TPK Jangan Lemah Kejar Terus Adrian Kiki
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Dewan Gontok-gontokan, Tanda Masih Kekanak-kanakan