HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Yang Ditemukan Cuma Tulang
Kamis, 18 Januari 2007, 07:15:42 WIB


Nasib Penumpang AdamAir Belum Terang

Makassar, Rakyat Merdeka. Pencarian pesawat AdamAir KI-574 telah memasuki hari ke-17, tapi tim SAR tetap belum menemukan satu pun pe­numpang. Kemarin, nelayan hanya me­ne­mu­kan potongan tulang beserta kulit manusia di perairan Pangkep.

Organ manusia itu ditemukan sekitar satu mil dari Kalumping, Kecamatan Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pang­kep). Benda yang diperkirakan tulang panggul itu didapat nelayan sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolres Pangkep AKBP Dwi Riyanto, yang dihubungi melalui handphone-nya Rabu pe­tang, mengatakan, pihaknya belum me­mas­ti­kan apakah tulang itu milik salah seorang pe­num­pang Adam Air KI-574 atau bukan.

Tadi malam, potongan tulang dan kulit ma­nusia itu langsung dibawa ke RS Bhayangkara Ma­kassar untuk penyelidikan lebih lanjut. Seperti temuan rambut, temuan tulang itu juga akan diteliti di laboratorium forensik (labfor) Polda Sulawesi Selatan.

Pada 11 Januari lalu, nelayan Parepare ber­na­ma Ali, menemukan mayat perempuan. Ma­yat itu sempat diduga salah seorang penumpang AdamAir. Namun, setelah divisum di RS Bha­yangkara, ternyata mayat itu bukan penumpang AdamAir.

Selain menemukan potongan tulang manusia, tim SAR yang melakukan pencarian di perairan Barru, Parepare, dan Pangkep, kemarin juga me­nemukan benda lain. Tim SAR dari Kodim 1405 Barru, menemukan jok kursi dan earphone.

Dari Polres Barru, ditemukan sejumlah ser­pi­han baru, antara lain aluminium yang diduga ba­gian dari kursi pesawat, papan fiber, busa, kain berwarna krem yang diduga pembungkus jok, dan plastik segitiga berwarna hi­jau. Namun, barang-barang tersebut be­lum dipastikan milik pesawat Adam­Air. Koordinator Tim SAR Marsma Eddy Suyanto yang didampingi Ketua Basarnas Bambang Karnoyudho, da­lam jumpa persnya mengungkapkan, barang-barang itu baru akan diteliti KNKT.

Hingga hari ke-17 hilangnya Adam­Air KI-574 yang mengangkut 96 pe­num­pang, tim SAR telah menemukan 111 serpihan yang dipastikan milik AdamAir. Serpihan itu antara lain be­r­upa 45 meja makan, 10 busa, 43 ser­pi­han bagian pesawat, dan sta­bi­li­li­zator elevator.

Fokker Singapura Pulang

Seiring penemuan serpihan pesawat di laut, pencarian melalui udara ber­angsur-angsur berkurang. Pukul 13.00 Wita kemarin, pesawat Fokker 50 Singapura beserta kru telah me­ning­gal­kan Makassar untuk kembali ke ne­garanya. Tim Singapura itu telah mem­bantu proses pencarian pesawat AdamAir sejak 3 Januari lalu. Ada 20 orang kru yang ikut dalam pesawat Fokker 50 tersebut. Singapura me­ngirim dua unit Fokker, namun hanya satu unit yang ikut melakukan pen­carian.

“Singapura sudah banyak membantu kita. Banyak data-data penting yang di­serahkan kepada tim SAR. Ber­da­sarkan temuan serpihan akhir-akhir ini, AdamAir hampir dipastikan jatuh di laut. Mereka tak punya alat untuk itu sehingga memilih pulang,” kata Eddy Suyanto.

Tim Fokker 50 Singapura yang di­pim­pin Keith Rodriguez, dilepas Eddy di posko tim SAR di markas Lanud Ha­sa­nuddin. Eddy memberi cen­de­ra­mata berupa miniatur pesawat Sukhoi yang diterima Major Ashley Lim.

Tim bantuan dari Singapura sendiri be­lum sepenuhnya meninggalkan In­do­nesia. Saat ini AL negara itu masih ada, mereka gabung dengan tim dari Aircraft Accident Investigation Bureau (AAIB) yang menggunakan KM Baruna Jaya. “Hingga saat ini, mereka masih dalam perjalanan menuju titik yang diduga lokasi jatuhnya pesawat AdamAir. Mereka akan mengi­den­ti­if­kasi logam yang terdeteksi di perairan itu sebelumnya.” RM



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat