HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri: Tabrak Lari karena Panik
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Polisi Kesulitan Lacak Penembak Pos Ditlantas Aceh
Rabu, 10 Januari 2007, 12:44:07 WIB

Laporan: Herawatmo

Jakarta, Rakyat Merdeka. Hingga Rabu siang ini (10/1), Polda Nangroe Aceh Darussalam (NAD) masih belum bisa mengidentifikasi pelaku penembakan markas Ditlantas yang menewaskan seorang prajurit pada Selasa dini hari kemarin (9/1). Meski begitu, tim buser Polda NAD terus melacak pelaku.

Jurubicara Polda NAD Kombes Jodi Heriyadi kepada Situs Berita Rakyat Merdeka siang ini mengakui bahwa pihaknya masih kesulitan untuk melacak pelaku.

Disebutkan Jodi, sejauh ini polisi masih menunggu keterangan dari seorang anggota polisi yang menjadi korban.

Seperti diketahui, insiden itu memakan dua korban yaitu Bripda Rahmat Estrada Bripka yang tewas seketika, dan satu lagi Bripka Sudiyanto yang terluka parah. Saat ini, Bripka Sudiyanto sudah mulai membaik kondisinya, namun belum bisa dimintai keterangannya.

Meski begitu, Polda NAD sampai sekarang juga masih menunggu hasil penelitian dari Pusat Labotarium Forensik (Puslabfor) terhadap 16 selongsong peluru yang di temukan di TKP.

“Kami sedang berusaha melacak berdasarkan barang bukti di Puslabfor, tapi memang memakan waktu agak lama,” papar Jodi Heriyadi.

Ditambahkan, polisi juga belum bisa menduga-duga soal motivasi pelaku penembakan misterius yang menggegerkan tersebut. atm



Baca juga:


Ada 2 komentar tentang berita ini :

YACJ KAYAK GINI KERJA POLISI KITA
Rabu, 10 Januari 2007, 14:21:41 WIB
Komentator: soetrisno
KLO SURUH MALAKIN DI PINGGIR JALAN ITU PINTER..TOLONG KAPOLRI MEREKA ITU DI TEMBAK MATI AJA

POLISI LACAK OTK............................................................
Rabu, 10 Januari 2007, 13:30:51 WIB
Komentator: hadi
OTK masih banyak di Aceh, namun Polisi harus melacaknya secara profesional. Siapa saja yg kedapatan membawa senjata, harus ditangkap apalagi tidak punya surat izin. Jangan lagi ACEH menjadi tempat Pertumpahan darah seperti yg lalu. Rakyat ACEH Cinta Damai untuk selama-lamanya.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang