HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 18:13
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Markas Dirlantas Polda Aceh Dihujani Tembakan, 1 Prajurit Tewas Seketika
Selasa, 09 Januari 2007, 16:59:36 WIB

Laporan: Nasir Musa

Banda Aceh, Rakyat Merdeka. Serangan bersenjata kembali terjadi di kota Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam hari ini.

Pukul empat subuh tadi (9/1), Markas Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah NAD diserang orang tak dikenal, menggunakan senjata api.

Insiden tersebut berlangsung di saat hujan lebat mengguyur kota Banda Aceh subuh tadi.

Akibat serangan bersenjata itu, seorang prajurit tewas, yakni Bripda Rahmat Estrada. Sementara seorang lainnya, Bripka Sudiyanto terbaring kritis.

Korban yang tewas tersebut tertembak di bagian dada dan pinggul. Sedangkan Bripka Sudiyanto terkena tembakan di bagian dada dan pinggang.

Kepala Bidang Humas Polda NAD Komisaris Besar Polisi Jodi Heriyadi kepada Situs Berita Rakyat Merdeka mengatakan, sampai saat ini polisi belum mengetahui identitas pelaku penembakan tersebut.

Polisi baru mendapatkan barang bukti berupa 16 selongsongan peluru di lokasi kejadian. Selongsongan tersebut biasa dipakai oleh senjata laras panjang. adi



Baca juga:


Ada 1 komentar tentang berita ini :

Indonesia Memang Aneh
Selasa, 09 Januari 2007, 17:13:33 WIB
Komentator: jojon
Bayangkan: Markas polisi diserang,ditembaki, dan menewaskan 1 orang, setelah itu pelakunya melenggang begitu saja. Jangankan ditangkap, bahkan identitasnya sekalipun tidak bisa diketahui.
Luar biasa....
Dimarkasnya saja polisi tidak bisa berkutik, lalu bagaimana polisi bisa melindungi masyarakat kecil.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang