HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 13/03/10, 16:45
MARZUKI DIGOYANG
Chairuman: BK Pasti Akan Proses Laporan Koalisi LSM
Sabtu, 13/03/10, 16:18
Pro SBY: Koalisi Baru, Jangan Ada Duri dalam Daging!
Sabtu, 13/03/10, 15:49
CENTURYGATE
Santri-santri Terpintar di NU Sesalkan Cak Imin
Sabtu, 13/03/10, 15:36
KOALISI SBY PECAH
PPP Cuekin Draft Koalisi Baru Demokrat
Sabtu, 13/03/10, 15:12
Andai Saja Dulmatin Ditangkap Hidup
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Eva Kusuma Sundari, Kami Sudah Tak Bisa Mempercayainya Lagi
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri

Presiden PKS: SBY Agak Grogi
Rabu, 22 November 2006, 06:07:12 WIB


Partai Demokrat: Pertemuan Dengan Bush Bersejarah

Presiden SBY dinilai agak grogi ketika bertemu dengan Presiden Amerika Serikat George W Bush. Begitu juga dengan tokoh dan pemuka masyarakat yang diajak bertemu Bush dalam kunjungan selama enam jam di Istana Bogor itu.

PENILAIAN ini disampaikan Pre­siden Partai Keadilan Se­jah­tera (PKS) Tifatul Sembiring. Dari pengamatan Tifatul, Bush deng­an gaya koboi tampak men­do­mi­nasi forum.

“Ya, agak grogilah Pak SBY ta­di malam (Senin, 20/11). Para tokoh pun ewuh pakewuh, tidak kri­tis (seperti) yang kita kira, ma­lah banyak yang mesam-mesem, sehingga secara diplomasi, kita me­mang jauh di bawah Amerika Se­rikat,” kata Tifatul seperti dikutip Situs Berita Rakyat Merdeka, kemarin.

Namun begitu Tifatul me­nga­takan, dirinya tidak kecewa me­li­hat gaya SBY ketika bertemu Bush. Kekecewaannya terletak pada hasil pertemuan SBY dan Bush yang tak berarti apa-apa.

“Seperti kalkulasi kami (se­be­lum­nya), hasil (pertemuan itu) tidak substansial dan hanya basa-basi. Kalau saya boleh mengutip syair sebuah lagu: lain di bibir, lain di hati,” katanya lagi.

Tifatul juga menitip pesan un­tuk pemerintah. Di masa depan, ka­­tanya, Indonesia harus me­ngam­bil posisi sederajat de­ng­an negara manapun, ter­ma­suk AS.

“Hubungan dengan AS se­baik­nya jangan terlalu dekat, jangan pu­la terlalu jauh. Kita sebagai ne­ga­ra berdaulat, jangan mau di­dikte,” pungkas Tifatul.

Secara terpisah, kubu Partai De­mokrat mengatakan per­te­mu­an SBY dan Bush sudah mak­si­mal. Itu adalah pertemuan yang ber­sejarah, dan mengandung ba­nyak hal positif.

”Kalau orang menganggap (per­­temuan itu) tidak mengun­tung­­kan, darimana mereka me­lihatnya? Apakah hanya dari de­mo-demo saja? Yang demo kan hanya sebagian saja,” ta­nya Sek­re­taris Fraksi Partai De­mokrat Su­tan Bhatoegana, kemarin.

Dia menambahkan, per­te­mu­an tersebut me­mi­liki dampak yang positif ter­ha­dap kepentingan bangsa dan negara Indonesia. ”Karena yang da­tang adalah Presiden Amerika,” katanya.

Per­te­mu­an tersebut baiknya tak hanya di­nilai dari sisi kontro­ver­si Bush. Tapi, juga harus dilihat dari sudut hubungan bilateral AS dengan Indonesia. Nah, dari su­dut pandang itu, kata Sutan, per­temuan SBY dan Bush ber­ha­sil. Apalagi katanya, tidak ada ke­ri­but­an, meskipun terjadi aksi demonstrasi besar-besaran.

Ekonom Faisal Basri menilai pertemuan SBY dan Bush hanya pertemuan sim­bolik dan tak perlu di­tanggapi dengan serius. Apalagi Bush tak datang ber­sama men­teri bidang ekonomi atau pengusaha.

”Nggak usah berharap banyak. Bush cuma bawa Menlu Con­do­lee­­zza Rice. Mereka cuma mam­pir, lalu per­gi lagi. Tak ada agen­­­da pen­ting yang dibahas,” demikian Faisal. RM



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Audit Korupsi BP Migas Kenapa Belum Keluar?
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Apa Mungkin Mega Takluk Rayuan Ketiga Taufik Kiemas