HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

Pulang Dari Thailand, Prabowo Cerita Soal Sopir Taksi Nekat
Rabu, 04 Oktober 2006, 07:19:02 WIB


Buku Habibie Didiskusikan Di Kantor Fadli Zon

Jakarta, Rakyat Merdeka. Buku Detik-detik yang Me­nen­tukan yang ditulis BJ Habibie terus jadi buah bibir. Kemarin, di kantor Institute for Policy Stu­dies (IPS) di Jalan Penjernihan IV/No 8 Pe­jompongan, Jakarta Pusat, sejumlah tokoh mem­bahas isi buku itu, utamanya soal pe­nge­rahan pasukan tak dikenal yang dianggap Ha­bibie sebagai sebuah upaya kudeta terhadap dirinya.

Di antara tokoh itu, misalnya Direktur Ek­sekutif IPS Fadli Zon, Ketua Umum PP Mu­ham­madiyah Din Syamsuddin, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, Muchdi PR, dan ang­gota Komisi I Ali Mochtar Ngabalin ser­ta beberapa pentolan BEM di era 1998.

Din yang diberi kesempatan bicara me­ngatakan, tuduhan kudeta menurut versi Habibie tidak beralasan dan ma­suk dalam kategori fitnah yang ber­ba­haya. Kalau tidak diluruskan, akan men­jadi stigma dalam sejarah ke­bang­sa­an kita.

’’Saya kira harus ada pe­lu­ru­san sejarah. Apa yang saya ketahui dan saya yakini, makanya saya beri ke­sak­sian, tidak ada niat kudeta. Ma­ka­nya saya memberi kesaksian bahwa ke­berangkatan Prabowo ke Pak Ha­bibie itu penuh dengan prasangka baik, beliau khusnudzon.”

Ditambahkan Wakil Ketua Umum MUI itu, dia juga yakin tidak ada mak­sud dari Habibie untuk menuduh Pra­bo­­wo kudeta. Di tempat yang sama, orang dekat Pra­bowo, Mayjen (Purn) Kivlan Zein me­nimpali, bahwa tidak ada isu kudeta itu. Jangankan meng­ku­deta Habibie, niat di pikiran saja tidak.

Prabowo kembali mengatakan tak ada yang namanya kudeta. Prabowo ma­lah bercerita soal campur tangan IMF dalam peristiwa Mei 1998. Pra­bo­wo yang baru balik dari Thailand ju­ga sempat bicara soal kudeta Thailand beberapa hari lalu.

Katanya, rakyat mis­kin di pedesaan Thailand sebe­nar­nya sangat cinta kepada Thaksin Shi­nawatra, Perdana Menteri terguling. “Malah, pernah saya lihat seorang so­pir taksi menabrakkan taksi yang di­kendarainya ke tank. Itu karena mereka me­rasa cinta kepada Thaksin.” RM



Baca juga: