HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

Akbar Kecam Gaya SBY yang Terlalu Kalem
Jumat, 25 Agustus 2006, 13:39:43 WIB

Laporan: Syukri Rahmatullah

Jakarta, Rakyat Merdeka. Gaya kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono kembali disorot. Presiden dinilai terlalu lemah lembut dan sensitif sehingga gampang dimanfaatkan musuh-musuh politik.

Bekas Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, dua tahun perjalanan pemerintahan SBY memang masih jauh dari harapan dan aspirasi dari masyarkat.

“Gaya kepemimpinan presiden memang harus diubah, dong. Tidak bisa seorang pemimpin selalu tampil ragu-ragu dalam mengambil keputusan,” demikian kritik Akbar kepada SBY yang disampaikan usai temu kader Partai Buruh di kantor PBNU, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat siang tadi (25/8).

Sikap ragu-ragu SBY itu, menurut bekas Ketua DPR ini, terlihat dalam menyikapi wacana reshuffle kabinet. Kata Akbar, presiden sudah waktunya melakukan evaluasi kritis terhadap para pembantunya di kabinet.

Karena, pemerintahan yang sudah berjalan selama dua tahun ini hanya akan efektif dalam sisa waktu satu setengah tahun ke depan untuk bekerja.

Akbar memperkirakan bahwa memasuki tahun 2008 mendatang, para menteri-menteri justru akan disibukkan dengan agenda partai untuk memenangkan Pemilu 2009, sehingga konsentrasi kabinet akan terpecah.

“Presiden harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin,” tukas Akbar.

Ditanya siapa menteri yang harus dicopot, politisi ulung ini menyebut pos menteri ekonomi perlu dirombak, karena dinilai tidak bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis. Begitu juga menteri BUMN. iga



Baca juga: