NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Tegaskan Oposisi, Politisi PDIP Sering Dikuntit Intel
Selasa, 27 Juni 2006, 11:51:06 WIB

Laporan: Jannes Sibuea

Jakarta, Rakyat Merdeka. Sebagai partai oposisi, PDIP meresa terus dipelototi pemerintah. Sejumlah usulan dan rancangan PDIP sering dimentahkan karena dinilai melawan penguasa.

“PDIP sebagai partai oposisi saat ini sering disusupi intel. Pemerintah selalu curiga dan menganggap gerak-gerik politisi dari PDIP harus diawasi,” keluh Hasto Kristiyanto kepada Situs Berita Rakyat Merdeka, Selasa (27/6) di Gedung DPR RI Senayan.

Hasto saat dicegat sebelum memasuki ruang sidang itu menyebut, sejumlah perlakuan tidak nyaman yang diterima partainya.

“Saat penyusunan tim panitia anggaran misalnya, PDIP sering ditelikung dengan alasan melawan pemerintah. Di luar sidang, kami juga diawasi, ” tegas politisi yang baru pulang berguru ke Jerman selama 10 hari itu.

Sebelumnya, saat PDIP getol menolak pengelolaan Blok Cepu oleh pihak asing, PDIP malah sering kerepotan oleh ulah intel yang bergentayangan di DPR.

Ketika mengirim tim ke Cepu, di tempat itu malah mendapati beberapa aparat yang sengaja dikirim untuk menguntit tim PDIP.

“Ini resiko sebagai partai oposisi. Kami sudah belajar banyak, termasuk ke partai oposisi Jerman yang saat ini berkuasa,” pungkasnya. mrs



Baca juga:


    Tidak ada komentar tentang berita ini.

    Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

     
     


    Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
    Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat