|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
100 HARI GAGAL Pemerintah Belum Bisa Menyejahterakan Rakyat
Kamis, 14 Januari 2010, 14:37:37 WIB
Laporan: Dede HeryawanJakarta, RMOL. Hari ini (Kamis, 14/1) Presiden SBY mengadakan sidang kabinet paripurna dengan agenda evaluasi program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II (KIB II).
Dalam sambutan sidang ini SBY menyampaikan, walau 100 hari masih dua minggu lagi, saat ini sudah dilakukan evaluasi yang artinya evaluasi tersebut hanya sampai hari ini. Program 100 hari ini penting dipahami dan SBY berharap masyarakat luas memahami arti program 100 hari sebagai satu starting point untuk melanjutkan pemerintahan lima tahun ke depan.
Jika diitung dengan 100 hari, berarti sampai akhir pemerintahan ada sembilan belas kali lagi. SBY juga menanggapi pernyataan sebagian masyarakat yang diangkat di berbagai forum. Menurut SBY, semuanya harus dijelaskan dengan gamblang. Tidak tepat mengukur kinerja pemerintah lima tahun dari apa yang dilakukan dalam 100 hari pertama. Apa lagi ada beberapa statement bahwa pemerintah dianggap gagal. Menurut SBY, dalam waktu hanya 100 hari pemerintah belum bisa menyejahterakan rakyat.
"Saya dan Pak Boediono tidak ada yang berjanji bahwa seluruh rakyat akan sejahtera dalam 100 hari pertama. Walau pun kita terus bekerja keras untuk ukuran kinerja pemerintah dalam 100 hari," kata SBY.
Untuk mengukur kinerja pemerintah dalam 100 hari pertama, SBY mengatakan harus dikaitkan dengan sasaran pemerintah dalam waktu 100 hari pertama: berapa banyak yang dicapai? Berapa persen yang dicapai? Dan, berapa banyak yang belum dicapai?
"Cara mengukurnya demikian," ujar SBY.
Dengan demikian rakyat bisa mengikuti. Dalam program 100 hari pertama ini pemerintah menekankan program internal sebagai landasan atau pintu masuk untuk bekerja lebih baik dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Sidang kabinet paripurna ini dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan semua jajaran menteri. [fik]Baca juga: Ada 5 komentar tentang berita ini :
yang nanya KESEJAHTERAAN RAKYAT itu SAPA???? qiqiqiqi Kamis, 14 Januari 2010, 22:18:04 WIB Komentator: budimcb | Ini jelas PROGRAM KERJA 100 HARI adalah program yang dibuat pemerintah sendiri dan gak ada hubungannya tuh dengan KESEJAHTERAAN RAKYAT??? rakyat hanya ingin tahu juga apa siey yang dikerjakan???? tahu2 hanya kongkow2 doang... atau bikin lembaga ini itu doang tapi hasilnya NOL..... yaaa bukan itu MASALAHnya kok???? kenapa DIJAWAB mensejahterakan rakyat itu????? sapa yang nanya tentang kesejahteraan rakyat itu?????
seperti amsalah ngurusin BLUE ENERGY niey sampe2 knalpot diendus endus tanpa tahu PROGRAMny harusnya bagaimana dan langkahnya seharusnya bagaimana.... kok tahu2 jawabnya belum bisa mensejahterakan rakyat?????.... qiqiqiqi
qiqiqiqiqi     |
Indikatornbya kegagalanya apa.? Pasti jawabanya : Krn sibuk ngurusi Century hehehe Kamis, 14 Januari 2010, 16:11:56 WIB Komentator: cogito | Aneh2 saja...ndak pernah mberitakan program dan pelaksaan, tahu2 mberitakan...program gagal.
|
Lanjutkan Kamis, 14 Januari 2010, 15:43:23 WIB Komentator: dewamabok | | Lanjtukan penderitaan rakyat....hehehee |
LANJUTKAN pak SBY Kamis, 14 Januari 2010, 15:36:20 WIB Komentator: pakdeagus | | Di republik ini siapapun presidennya, darimanapun asalnya, betapapun banyak keahliannya, jangankan 100 hari...1000 hari pun tak mungkin dapat mensejahterakan rakyat, yg penting niat dan berusaha untuk menuju kesana...itu yg penting...LANJUTKAN pak SBY |
QIQIQIQI Kamis, 14 Januari 2010, 15:15:59 WIB Komentator: budimcb | qiqiqiqi identik dengan kasus kenaikan BBM waktu lalu...
qiqiqiqiq   |
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|