Mengubah Kebiasaan Sederhana Ini Sejak Dini Bisa Berdampak Baik di Usia Dewasa. Tidak Percaya?

by Ilham January
Kebiasaan Sederhana Ini Sejak Dini

Sahabat, pernahkah kalian berpikir hal apa saja yang kalian harus ubah jika kalian diberi kesempatan kembali ke sepuluh tahun yang lalu? Kalau saya, sih, banyak. Hal-hal yang berdampak negatif saat ini akan saya ubah jika saya bisa kembali ke sepuluh tahun lalu, termasuk kebiasaan-kebiasaan yang merugikan di masa depan kelak. Apa saja? Yuk, kita simak!

 

Kebiasaan tidak sikat gigi saat kecil

Sepuluh tahun yang lalu saya berada di usia 11 tahun. Pada usia tersebut saya rentan akan kemalasan menggosok gigi, terutama di malam hari. Wah, ternyata sepuluh tahun kemudian, saya merasakan dampak negatifnya, lho! Gigi saya berlubang dan kerap kali menimbulkan rasa sakit. Jika saya bisa kembali ke masa itu, saya akan mengubah kebiasaan malas sikat gigi.

 

Tidak sarapan karena takut terlambat masuk sekolah

Pasti kalian juga pernah merasakannya: melewatkan sarapan karena takut terlambat ke sekolah. Padahal, sarapan itu penting sekali. Kalau tidak sarapan, kita tidak punya bekal energi untuk berpikir dan beraktivitas di sekolah. Saya akan ubah hal ini agar saya bisa fokus belajar.

 

Membentuk geng

Nah, main “geng-geng” an juga ingin saya ubah sebab saat masih kecil saya tergabung dalam geng yang berisi anak-anak populer yang tidak mau berteman dengan semua teman. Wah, ini salah besar. Setelah dewasa akan terasa sekali dampaknya. Saya jadi tidak punya teman sebab, teman di dalam geng tidak menjamin akan selalu setia di samping saya. Nah, main geng bikin hidup jadi kompleks, bukan? Lebih baik berteman dengan semua orang.

Itulah hal-hal yang akan saya perbaiki jika saya bisa kembali ke sepuluh tahun yang lalu. Hal yang kini berdampak buruk. Tapi, realistis saja, kita tidak bisa kembali seenaknya ke tahun-tahun sebelumnya. Jadi, yang kita harus lakukan kini selain introspeksi diri ialah membenahi diri. Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

You may also like