Jenis-jenis Terapi Khusus Untuk Penanganan Kecanduan Game Online

by Ilham January
Terapi Khusus Untuk Penanganan Kecanduan Game Online

Game online dibuat awalnya untuk relaksasi pikiran. Hiburan gratis di tengah sibuknya aktivitas. Namun perlahan beralih jadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Beberapa mengakui tidak bisa hidup tanpa bermain game. Waspada pada tahap ini, Anda perlu penanganan kecanduan game online yang tepat. Bahkan perlu terapi khusus untuk menyembuhkannya. Simak disini jenis-jenis terapi apa yang ada.

Ketika seseorang masuk dalam tahap kecanduan berlebih, perubahan-perubahan diri mulai terlihat. Yang paling menonjol ialah emosi yang tidak bisa dikontrol. Pecandu akan lebih memprioritaskan permainan ketimbang kehidupan sosial mereka. Seolah dunia mereka hanya ada dalam game. Jika dibiarkan terlalu larut, potensi pecandu adalah gangguan jiwa cukup serius. Maka, dari itu hentikan game jika dirasa sudah kecanduan.

Cognitive Behavior Therapy (CBT): Memodifikasi Pikiran-pikiran Negatif

Seperti dilansir http://gumilar.net/, beberapa ahli kesehatan berkata, kecanduan game online mengakibatkan perubahan fungsi otak. Ada perubahan pada bagian otak pre-frontal cortex, bagian otak yang penderitaya kehilangan kemampuan kerja otak. Salah satunya fungsi atensi, fungsi fokus untuk memusatkan perhatian terhadap segala sesuatu. Dan juga fungsi eksekutif, fungsi merencanakan dan melakukan tindakan.

Peralihan fungsi otak memicu tindakan pecandu berperilaku impulsif dan hilang kontrol. Sehingga dalam penanganan kecanduan game online, diperlukan terapi pola pikir untuk mengembalikan fungsi otak. Cognitive Behavior Therapy, adalah salah satu dari terapi khusus untuk pecandu. Orang yang ketergantungan game sulit mempunyai pola pikir pasti. Malah pola pikir cenderung random. Terapi jenis ini sering diterapkan para psikiater.

Apa saja yang dilakukan saat CBT ? Jenis terpai CBT digunakan untuk memodifikasi oikiran-pikiran negatif. Nantinya, pikiran negatif akan disubtitusi ke pola pikir yang lebih positif. Pecandu akan berangsur memikirkan hal-hal positif dalam hidupnya. Perlahan akan meninggalkan game online karena dirasa tidak membawa manfaat. Mungkin tidak langsung, bisa jadi membatasi waktu bermain.

Motivational Interview (MI): Berbicara Hati ke Hati

Penanganan kecanduan game selanjutnya adalah motivational interview. Metode berbicara face to face. Dengan mengajak pecandu berbicara dengan gamblang, tidak ada satupun yang dirahasiakan. Pertanyaan-pertanyaan dibuat secara eksplisit, membaur dengan obrolan santai. Misalnya, sejak kapan mulai suka game atau game apa yang paling menarik. Pecandu tidak akan merasa tertekan dalam metode ini.

Metode ini lebih cocok untuk pasien remaja dan dewasa muda. Dengan gaya obrolan santai, remaja lebih bisa mengungkapkan hal-hal dalam dirinya. Atau dalam bahasa gaul curhat colongan. Setelah itu, akan mudah mengidentifikasi jenis kecanduan pasien. Termasuk juga mencari solusi. Dalam metode ini tidak ada yang dituduh atau siapa yang benar dan salah. Metodenya hanya untuk mencari jalan tengah.

Penanganan kecanduan game online ini menerapkan keputusan ada ditangan pasien. Pasien hanya diberikan pilihan-pilihan yang terbaik. Dan juga saran-saran membangun. Pasien diberi alasan mengapa harus meninggalkan game. Lalu dia akan diberi pilihan baik dan buruknya kecanduan game berlebih. Dari sini pasien sendiri yang menentukan keputusan. Tapi kebanyakan mengambil jalan tidak lagi melanjutkan game online.

Terapi Perilaku: Metode Menghambat Ketergantungan

Terapi ini paling sederhana dilakukan, bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli. Penanganan kecanduan ini bisa diterapkan di dalam keluarga. Metode degan cara memodifikasi lingkungan. Bagaimana bentuknya ? Menetapkan sebuah rules. Misal, di dalam keluarga. Orang tua sengaja tidak memasang wifi full, untuk membatasi anak-anak mengenal game online.

Cara lainnya membatasi waktu bermain game. Ini tindakan preventif paling sederhana. Tapi bisa diterapkan di sehari-hari. Bukan tidak bermain game online sama sekali, tapi tidak ada salahnya memberi waktu untuk bermain. Misal dalam 24 jam hanya menyisakan 2 jam untuk game online. Susah bila kurang niat kuat, tapi tidak ada salahnya diterapkan. Jika sudah dibatas waktu harus sesegera mungkin dihentikan.

Orang tua harus paham penanganan kecanduan game online sederhana . Coba jadwalkan untuk kegiatan keluarga yang menyenangkan. Misalnya, memasak bersama, piknik di taman, atau camping. Sebisa mungkin memodifikasi hangatnya rumah, jadi atensi tidak pada game. Atau awasi pemakaian gadget. Jika masih di usia sekolah, beri batas bermain gagdet. Atau bisa juga pembatasan kuota internet dalam satu bulan.

Bagaimana pembaca tips yang diulas ? Cukup mengganggu memang ketika sudah di tahap kecanduan. Ada perasaan berat pasti untuk meninggalkan game. Tapi jika Anda tidak mau terjebak terus-terusan Anda bisa melakukan terapi-terapi khusus yang disarankan. Masa depan masih panjang dan banyak impian yang harus diraih. Jangan melulu dalam dunia game. Mainkan game seperlunya, mulailah sibukkan diri.

You may also like