HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 16:48
Gereja di Florida Mau Bakar Quran
Sabtu, 31/07/10, 15:47
Jelang Eksekusi, Ashtiani Mengaku Takut Mati
Sabtu, 31/07/10, 10:54
Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
Sabtu, 31/07/10, 08:27
Granat Meledak Lagi, Bangkok Mencekam
Sabtu, 31/07/10, 08:14
Chelsea Clinton Menikah Pesawat Dilarang Terbang
Makan Duit Rakyat, Dua Menteri Prancis Mundur
Selasa, 06 Juli 2010, 07:41:18 WIB

Jakarta, RMOL. Dituding menghambur-hamburkan duit rakyat demi kepentingan pribadi, dua menteri Prancis meletakkan jabatan.

Sikap pemborosan ini disorot rakyat Prancis karena berlang­sung di saat warga diharuskan un­tuk berhemat, menyusul krisis yang terjadi di Eropa. Pengun­duran diri Menteri Negara Urusan Pembangunan Luar Negeri Alain Joyandet dan Menteri Urusan Pembangunan Kawasan Paris Raya Chirstian Blanc diterima langsung Presiden Nicolas Sar­kozy, Minggu (4/7) malam.

Kantor Presiden meng­umum­kan pengunduran kedua menteri muda itu, hanya beberapa hari setelah Sarkozy mengecam peri­laku keduanya yang berfoya-foya pakai duit negara. Kedua­nya akan diganti dalam perom­bakan ka­binet Oktober.

Blanc, bekas bos Air France, men­jadi berita bulan lalu, ketika kantornya mengeluarkan 12 ribu euro (Rp 136 juta) untuk membeli cerutu dari Kuba. Dia mengakui, telah menghisap sepertiga bagian dari cerutu tersebut dan diperin­tahkan untuk membayar kembali harga semua cerutu itu.

Joyandet menjadi perhatian umum setelah beredar laporan pers, dia menyewa jet pribadi de­ngan biaya 116.500 euro atau se­kitar Rp 1,3 miliar untuk perja­la­nan bisnis resmi ke Karibia. Pa­dahal, dia bisa naik pesawat reguler.

Joyandet mengatakan, penge­luaran ini memang tidak biasa, tapi diperlukan karena jadwalnya sangat padat. Dia juga bersikeras merupakan menteri yang paling sedikit mengeluarkan biaya.

“Di masa depan, saya akan le­bih memperhatikan cara menga­tur pengeluaran saya,” kata Jo­yandet membela diri.

Penggunaan uang para pem­bayar pajak ini terungkap saat pe­merintah sedang berusaha keras mengatasi defisit yang mem­beng­kak. Diperkirakan mencapai de­lapan persen dari produk do­mes­tik kotor (GDP) tahun ini.

Pengunduran diri Joyandet dan Blanc, dua menteri muda, men­jadi upaya Presiden Nicolas Sar­kozy untuk memegang we­we­nang atas kabinetnya. Pasalnya, Sarkozy dianggap tidak siap un­tuk mengorbankan Menteri Te­naga Kerjanya Eric Woerth, yang reputasinya telah tercoreng oleh dugaan penggelapan pajak oleh pewaris terkaya di Prancis, L’Oreal Liliane Bettencourt. Oposisi meminta Woerth mun­dur, tapi Sarkozy membelanya.

Seorang pejabat di Elysee Pa­lace atau Istana Kepresidenan, yang tak bersedia disebutkan jatidirinya mengatakan, Sarkozy telah memutuskan untuk mem­biarkan kedua orang itu pergi. Un­tuk menghemat uang negara, tak satu pun dari mereka akan digan­tikan. Untuk sementara, tugas Jo­yandet akan dilaksanakan Men­teri Luar Negeri Bernard Kou­chner. Se­dangkan tugas Blanc akan di­em­ban Menteri Hubungan Pe­de­saan dan Teritorial Michel Mercier.

Baru-baru ini, media mingguan investigatif dan satiris Canard Enchaine melaporkan, Joyandet mendapat izin bangunan ilegal saat mengubah rumah kecilnya menjadi vila besar di dekat Saint-Tropez, French Riviera, Prancis. Joyandet membantah tuduhan ini, tapi kemudian mengaku.

Dua menteri lainnya juga di­kritik media-media Prancis ka­rena penggunaan apartemen. Ada juga bekas menteri yang di­kabarkan menggunakan dana 9.500 euro (sekitar Rp 106 juta) per­ bulan untuk sebuah studi globa­lisasi.
[RM]


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat