HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
Hubungan Bilateral Indonesia-Hungaria Dibahas di Universitas Debrecen
Jumat, 02 April 2010, 19:49:53 WIB

Laporan: A. Supardi Adiwidjaya

Jakarta, RMOL. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Budapest, bekerjasama dengan Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Debrecen, Hungaria membahas hubungan kerjasama Indonesia dan Hungaria yang telah berlangsung 55 tahun sejak dibukanya hubungan diplomatik antara kedua negara.

“Duta Besar Indonesia sebagai pembicara pertama dalam seminar yang digelar pada hari Rabu (31/3) lalu di Universitas Debrecen, menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hubungan luar negeri Indonesia, baik mengenai hal-hal yang mendasari formulasi dan operasionalisasinya dalam tindakan nyata,” tutur Patricia Salalahi, Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Budapest, dalam rilisnya yang diterima Rakyat Merdeka Online, Jumat (2/4).

Dalam paparannya, Dubes Mangasi Sihombing menekankan, “Integrasi ASEAN yang menuju kepada komunitas Asia Timur akan membuka peluang lebih besar bagi interaksi ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara di kawasan lain seperti Uni Eropa. Kedudukan unik Indonesia diantara negara-negara ASEAN dapat menjadikannya sebagai pintu gerbang bagi negara-negara lain”.

Tentang perdagangan bilateral Indonesia-Hungaria, Duta Besar Indonesia mencatat peningkatan nilai yang cukup signifikan pada tahun 2009 dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Asisten professor dan pakar dalam ilmu diplomasi, Dr. Katalin Siska mencatat sekitar 500 komoditi ekspor-impor Indonesia ke Hungaria. Menurutnya, Hungaria memiliki prospek mengekspor bahan-bahan ke Indonesia untuk keperluan merenovasi rel-kereta api, transportasi jalan, pembangunan pelabuhan, investasi dilingkungan, biotek, industri makanan dan obat-obatan dan sebagainya. Selanjutnya, dia melihat kesempatan bagi Hungaria dalam rangka privatisasi bidang produksi mineral dan tourisme di berbagai daerah seperti Bali , Papua, Kalimantan , Sumatra dan Sulawesi .

Dr. Katalin Siska menjelaskan transformasi kebijakan Polugri Hungaria yang banyak menerima tekanan-tekanan atau tuntutan perubahan yang mendorongnya ke arah integrasi kawasan dan global.

Sejalan dengan Duta Besar Indonesia, Dr. Katalin Siska juga membahas perkembangan ASEAN dan hubungan ASEAN dengan Uni Eropa, baik dalam tatanan investasi, perdagangan maupun hubungan politik. Dicatat antara lain investasi negara-negara UE ke kawasan ASEAN yang meningkat terus sejak tahun 2005 (4,8 milyar euro), 2006 (12,8 milyar euro), dan 2007 (14,4 milyar euro).

Di bidang perdagangan untuk tahun 2008 khususnya untuk mesin-mesin, ASEAN mengimpor 24,17 milyar Euro dan mengekspor 24 milyar euro. Namun, untuk hasil-hasil pertanian, pihak EU mengalami defisit. Untuk sektor jasa, pihak UE mencatat surplus yang di tahun 2005 sebesar 1,6 milyar euro menjadi 2,5 milyar euro pada tahun 2007.

Kedua pembicara, sama-sama melihat diplomasi kebudayaan antara kedua pihak yang sangat aktif, dan juga keterlibatan di bidang lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Dekan Fakultas Ilmu Hukum dan Politik, Prof. Dr. Joszef Szabadkalvi, dalam sambutannya menyatakan penghargaan atas kerjasama berkesinambungan antara KBRI dengan Universitas Debrecen yang telah berkali-kali menyelenggarakan kegiatan seminar untuk berbagai topik.

Seminar tersebut berlangsung secara interaktif, yang menunjukan minat besar dari para hadirin yang kebanyakan mahasiswa dan pengajar dari Fakultas Hukum dan Politik. Seusai seminar, Duta Besar Indonesia meresmikan sebuah pameran budaya dan pariwisata Indonesia yang juga dihadiri oleh banyak undangan. [oct]


Baca juga: