|
 |
|
Kamis, 11/03/10, 02:22
GEMPA HAITI Situasi Haiti Masih Mengerikan, Obama Janji Lanjutkan Bantuan |
|
Rabu, 10/03/10, 18:05
Grand Syeikh Al-Azhar Meninggal Dunia |
|
Rabu, 10/03/10, 00:30
Awalnya Ditunda, Ahmadinejad Dipastikan Kunjungi Afghanistan |
|
Selasa, 09/03/10, 22:50
Akhirnya Washington DC Halalkan Kawin Sejenis |
|
Rabu, 03/03/10, 14:15
"Indonesian Day" Digelar, Indonesia Seolah Pindah ke Hungaria |
|
|
|
Militer Mesir Tembak Mati Penyusup Afrika di Rafah
Senin, 08 Februari 2010, 10:30:10 WIBLaporan: A. Ginanjar Sya'ban
|
Jakarta, RMOL. Sejak tiga hari lalu, kawasan perbatasan Rafah-Gaza disibukkan dengan lalul intas kendaraan pengangkut barang. Hingga hari ini, sebanyak 45 truk yang mengangkut papan dari baja selesai didatangkan.
Pembangunan tembok baja di kawasan itu mencapai tahap akhir. Setelah bagian selatan dan utara yang menghadap ke arah pantai dan perkebunan Abu Salim selesai dikerjakan, proyek pembangunan tembok itu hanya menyisakan sebuah blok pemukiman utama di pusat Piladelphia dan daerah gerbang Shalahuddin. Di dua tempat ini, terdapat pusat terowongan terbesar.
Militer Mesir telah mengambil alih 3 terowongan. Satu di antaranya berada di wilayah yang tidak berpenduduk dan dua lainnya di kawasan Shalahuddin dan Sharshuriyah. Militer Mesir juga menyita barang-barang yang disiapkan untuk dibakar, di antaranya sparepart mobil dan motor, semir serta cat. Ditaksir jumlahnya mencapai 1 juta Pound Mesir (sekitar Rp 1,8 milyar).
Selain itu, militer Mesir juga menangkap beberapa orang Afrika ketika sedang berusaha menyusup ke Israel melalui Rafah. Sempat terjadi bentrokan antara para penyusup ini dengan personil keamanan di penanda internasional nomor 11.
Para penyusup terpaksa kembali ke kawasan Mesir setelah dihadang oleh personil keamanan, kecuali 2 orang yang memaksa melewati perbatasan. Pihak keamanan terpaksa melepaskan tembakan ke arah mereka. Akibatnya, satu di antara mereka tewas di tempat. Pihak keamanan belum mengetahui apa tujuan korban karena tidak ditemukan dokumen apapun padanya. Sedangkan satu korban lain yang selamat diketahui berpaspor Kamerun. Korban dipindahkan ke rumah sakit al-Arisy.
Selain 2 penyusup itu, keamanan Mesir juga menangkap 8 orang Afrika lain ketika berusaha menyelinap di penanda internasional nomor 50 (6 dari Eritrea dan 2 orang Ethiopia.) [fik]Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|