HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 12/03/10, 00:03
Tiga Gempa Beruntun Goyang Pelantikan Presiden Pinera
Kamis, 11/03/10, 02:22
GEMPA HAITI
Situasi Haiti Masih Mengerikan, Obama Janji Lanjutkan Bantuan
Rabu, 10/03/10, 18:05
Grand Syeikh Al-Azhar Meninggal Dunia
Rabu, 10/03/10, 00:30
Awalnya Ditunda, Ahmadinejad Dipastikan Kunjungi Afghanistan
Selasa, 09/03/10, 22:50
Akhirnya Washington DC Halalkan Kawin Sejenis
Sarah Palin: Amerika Serikat Siap Revolusi
Minggu, 07 Februari 2010, 20:28:57 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Sarah Palin kembali tampil di panggung politik Amerika Serikat.

Mantan gubernur negara bagian Alaska yang dalam Pilpres 2008 lalu mendampingi Senator John McCain kembali mengecam pemerintahan Presiden Barack Hussein Obama.

Di depan ratusan peserta Tea Party Convention di Nashville, Tennessee, Sabtu (6/2) malam waktu setempat, Palin mengatakan bahwa pemerintahan Obama gagal merealisasikan harapan dan gagal mengubah nasib kebanyakan rakyat Amerika.

“Amerika siap untuk sebuah revolusi,” ujar Sarah Palin berapi-api disambut standing ovations. Malam itu ia beberapa kali mendapatkan standing ovation dari peserta konvensi.

Tea Party Convention adalah sebuah pertemuan yang digelar oleh Tea Party Nation yang berupaya menjadi partai politik ketiga di Amerika Serikat. Gagasan mengenai National Tea Party Convention ini dikembangkan sejak setahun. Penyelenggaraannya di Gaylord Opryland Hotel, Neshville, diprakarsai pengacara Judson Phillips.

Sarah Palin adalah seorang pembicara yang diundang dalam konvensi yang digelar selama tiga hari ini. Untuk mendengarkan pidato Sarah Paling sebanyak 600 peserta harus merogoh kocek sebesar 549 dolar AS, sementara 500 lainnya membayar 349 dolar AS. Adapun Sarah Palin mendapatkan bayaran sebesar 100 ribu dolar AS.

“Bagaimana dampak harapan dan perubahan (hopey-changey) sejauh ini untuk Anda?” tanya Sarah Palin menyindir Obama.

Dia juga meyebut Obama sebagai presiden yang lemah dalam menghadapi perang melawan terorisme. Dia menyebut kasus bom yang dibawa seorang pemuda Nigeria yang hampir saja diledakkan sesaat setelah pesawat yang membawanya dari Amsterdam, Belanda mendarat di Detroit. Kejadian itu terjadi persis di Malam Natal. Di saat itu Obama sedang berada di Hawaii.


“Untuk menang dalam perang ini kita membutuhkan seorang komandan (commander in chief), bukan profesor hukum,” ujarnya lagi menyindir Obama

Terakhir sebelum mengakhiri pidatonya, Sarah Palin mengatakan dirinya akan hidup dan mati untuk rakyat Amerika. Dia yang disebut-sebut sedang membangun citra untuk menjadi kandidat presiden dalam Pilpres 2012 nanti mengatakan bahwa Tea Party adalah masa depan Amerika. [guh]


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Koalisi Suku Bunga dan Rendahnya Permintaan Kredit
Audit Korupsi BP Migas Kenapa Belum Keluar?
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Apa Mungkin Mega Takluk Rayuan Ketiga Taufik Kiemas