HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
Doa Masyarakat Katolik Gdansk Untuk Korban Gempa Bumi di Sumbar
Rabu, 28 Oktober 2009, 22:22:17 WIB

Warsawa, RMOL. Ribuan masyarakat Katolik Polandia di Gdansk menyelenggarakan doa bagi para korban gempa bumi di Sumatra Barat dalam suatu acara yang dikemas dalam acara budaya Indonesia bertajuk ”Misa Flores” di gereja Trinitas di Gdansk, pada akhir pekan lalu. Demikian penjelasan jurubicara KBRI Warsawa Ani Muryani dalam rilisnya yang diterima Rakyat Merdeka Online (Rabu, 28/10).

Misa Flores berlangsung setiap tahun sejak tahun 2005 itu diselenggarakan atas kerjasama KBRI Warsawa dengan Provinsial Ordo SVD, Provinsial Ordo Fransiskan, Sanggar Sendratari Damai, dan Nadbaltic Cultural Center Gdansk. Seusai misa, jemaat mengadakan pengumpulan dana untuk korban gempa bumi di Sumatra Barat.

Penggagas Misa Flores adalah pendiri grup Sendratari Damai Gdansk yang juga penari klasik Jadwiga Mozdzer, bersama imam Katolik asal Flores, Vincentius Adi Gunawan Meka, SVD, mahasiswa S3 Musikologi di Lublin.

Doa untuk Sumbar

Dalam Misa Flores Minggu (25/10) itu, pemimpin misa Rm. Firmin Kossi Azalekor SVD yang berasal dari Togo dan Rm.Tomasz Jank OFM, maupun Direktur Baltic Sea Culture Centre yang diwakili oleh Elzbieta Pekala, serta berbagai umat Katolik dari Indonesia, Togo, dan Kaszubi menyampaikan doa agar masyarakat Indonesia di Sumatra Barat yang menghadapi bencana gempa-bumi diberikan ketabahan dan kekuatan spritual serta menempatkan musibah tersebut dalam konteks cobaan yang diturunkan oleh Allah kepada umatnya.

Atas dukungan Provinsial SVD di Polandia, Misa Flores juga dijadikan sebagai Misa Amal Solidaritas Korban Gempa Sumatera Barat, yang berhasil mengumpulkan sumbangan solidaritas umat sebesar 1.208,35 PLN (sekitar 3,5 juta Rupiah).

Adventure Indonesia, salah satu tour operator di Indonesia telah menawarkan wisata ziarah Katolik di berbagai daerah di Flores yang mendapat sambutan cukup baik dari para wisatawan Polandia.


Solidaritas Kemanusiaan

Dubes RI Warsawa Hazairin Pohan dalam sambutannya menyampaikan, antara lain, tentang keragaman budaya dan agama di Indonesia, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol toleransi dan keeratan dalam kehidupan beragama di Indonesia. Dubes Hazairin Pohan juga menggambarkan kejadian gempa di Sumatera Barat (30/9) yang merenggut ribuan jiwa, dan selanjutnya menyampaikan terima kasih atas doa dan pernyataan simpati serta sumbangan masyarakat Gdansk dalam musibah gempa bumi di Sumatra Barat sebagai cermin solidaritas kemanusiaan.

Menurutnya, gempa bumi merupakan fenomena alam yang wajib dipercayai umat beragama sebagai ujian dari Allah kepada umat manusia untuk menunjukkan betapa lemahnya umat manusia dibandingkan dengan keperkasaanNya. Namun, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab suci bahwa diwajibkan bagi mereka untuk peduli terhadap sesama dengan pernyataan solidaritas dan kontribusi. Doa dan pernyataan simpati ini menjadi modal utama bagi rakyat Indonesia untuk kembali membangun negeri dan kehidupan normal tanpa melupakan kewajiban untuk selalu berdoa kepadaNya.

Acara diliput oleh beberapa stasiun TV, Radio dan media cetak setempat. Dubes RI Warsawa juga mengadakan interview dengan TV setempat untuk menyampaikan terima kasih atas dukungan moral dan solidaritas masyarakat Polandia di Gdansk dalam musibah di Sumatra Barat.
[asa]


Baca juga: