|
 |
|
Jumat, 12/03/10, 00:03
Tiga Gempa Beruntun Goyang Pelantikan Presiden Pinera |
|
Kamis, 11/03/10, 02:22
GEMPA HAITI Situasi Haiti Masih Mengerikan, Obama Janji Lanjutkan Bantuan |
|
Rabu, 10/03/10, 18:05
Grand Syeikh Al-Azhar Meninggal Dunia |
|
Rabu, 10/03/10, 00:30
Awalnya Ditunda, Ahmadinejad Dipastikan Kunjungi Afghanistan |
|
Selasa, 09/03/10, 22:50
Akhirnya Washington DC Halalkan Kawin Sejenis |
|
|
|
Sondoro Sandhy Harumkan Nama Indonesia di Mancanegara
Selasa, 04 Agustus 2009, 01:15:54 WIBLaporan: A. Supardi Adiwidjaya
|
Jakarta, RMOL. Pada hari Kamis (30/7), dari pukul 23:15 - 1:45 (waktu Moskow) TV-Rusia (RTR-Planeta) melansir hari pertama Kontes Internasional untuk Penyanyi-penyanyi Muda "Novaya Volna". Kontes internasional tarik suara untuk lagu-lagu Pop atau musik populer "Novaya Volna" (“Gelombang/Ombak Baru”/the “New Wave”) yang berlangsung 30/7-3/8 tersebut, disiarkan dari ruang konser Dzintar di kota kecil Yurmala, di pinggir kota Riga, Latvia. Para pesertanya adalah para penyanyi relatif muda dari berbagai negara, antara lain, Rusia, Latvia, Perancis, Finlandia, China, Kazahstan, Georgia, Belarusia. Ternyata termasuk juga Sondoro Sandhy dari Indonesia.
Dari informasi yang bisa ditelusuri Rakyat Merdeka Online lewat internet, Sondoro Sandhy berdomisili di kota Berlin, Jerman. Pada mulanya dia meninggalkan Indonesia menuju California (AS). Setelah beberapa waktu tinggal di AS, Sondoro memutuskan melanjutkan sekolah ke Jerman untuk belajar arsitektur. Setelah menyelesaikan studi arsitekturnya, karena merasa bahwa bakat musiknya terutama sebagai pemain gitar dan penyanyi, dia mulai ngamen, antara lain di berbagai bar di Jerman. Pada tahun 2007 Sondoro ikut kontes German Idol, dan berhasil masuk lima besar. Dalam karir musiknya dia berhasil merilis album Why Don’t We yang kental dengan nuansa pop-blues. Dengan tarikan suara yang sedikit serak, Sandhy Sondoro cukup banyak disenangi oleh para peminat lagunya. Berita terakhir, Sondoro mencoba mempopulerkan hasil karyanya di bidang musik di tanah air. Arsitek lulusan Berlin ini pada pertengahan Juni 2009 lalu berada di Jakarta untuk mengenalkan album Why Don’t We tersebut, dan juga lagu Malam Biru ciptaannya dalam bahasa Indonesia. Selain itu, Sandhy memutuskan menjadi peserta di Kontes Internasional untuk Penyanyi-penyanyi Muda "Novaya Volna" (“Gelombang/Ombak Baru”/the “New Wave”) yang berlangsung 30/7- 2/8 di Yurmala, Latvia.
Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka Online lewat pemancar TV Rusia RTR-Planeta, peserta dari Indonesia (Sondoro Sandhy) itu punya suara yang benar-benar memukau baik penonton yang langsung melihat dan mendengarnya di ruang konsert Dzintar, maupun para juri kontes itu sendiri. Begitu Sondoro Sandhy selesai memperdengarkan suara dan memperlihatkan gaya penampilannya yang memikat, para penonton dengan spontan berdiri dan memberikan tepuk tangan keras dan lama. Mereka menunjukkan kekaguman atas suara yang diperdengarkan dan gaya yang dipertunjukkan sang penyanyi – Sondoro Sandhy dari Indonesia. Dan memang para penonton tidak keliru. Sebanyak 11 Juri (seluruhnya 12 orang) memberikan angka 10, dan hanya seorang juri yang memberikan angka 9 bagi penampilan Sondoro Sandhy di hari pertama kontes “Novaya Volna” tersebut.
Berdasarkan penilaian para juri, dalam penampilan hari pertama (30/7) Sondoro Sandhy menduduki tempat teratas dengan angka 119. Hanya Djamala penyanyi perempuan dari Ukraina, yang bisa bersaing ketat dengan penyanyi asal Indonesia itu. Dengan penampilan yang extravagant namun menarik dan suara yang juga memukau penonton, Djamala, di hari pertama kontes, memperoleh angka 10 dari sepuluh juri dan dua kali angka sembilan dari dua juri. Dengan jumlah suara juri sebanyak 118, Djamala menduduki peringkat kedua sesudah Sondoro Sandhy.
Di hari kedua (Jumat, 31/7) kompetisi “Novaya Volna”, Sondoro Sandhy dan Djamala keluar sebagai favorit. Namun Djamala di hari kedua kontes internasional “Novaya Volna” tersebut memperoleh penilaian semua 12 juri sebanyak 120 poin. Sedangkan Sandhy Sondoro memperoleh angka sama seperti penampilan di hari pertama, yakni 119 poin. Dengan demikian, di hari kedua kontes internasional tarik suara tersebut Sondoro dan Djamila secara keseluruhan memperoleh angka yang sama dan menduduki peringkat teratas dalam klasemen kompetisi internasional untuk para penyanyi muda “Novaya Volna” di Yurmala, Latvia.
Panitia Kontes Internasional untuk Penyanyi-penyanyi Muda "Novaya Volna" di Yurmala memberikan waktu istirahat pada para pesertanya pada hari Sabtu (1/8). Dan pada hari Minggu (2/8) para peserta kontes internasional “Novaya Volna” masing-masing kembali naik panggung sesuai dengan urutan nomor dan waktu masing-masing yang diberikan Panitia. Dalam kesempatan tersebut Sandhy Sandoro oleh salah seorang pembawa acara kontes “Novaya Volna” disebut sebagai “kesayangan publik/penonton”. Dan memang, penampilan Sandhy Sandoro dengan lagu ciptaannya dan permainan gitarnya pada Minggu (2/8) malam itu benar-benar memesona para penonton dan juga para juri kontes internasional untuk para penyanyi muda “Novaya Volna”. Seluruh penonton lagi-lagi berdiri dengan tepuk tangan yang berkepanjangan menandakan kekaguman mereka atas penampilan Sandhy Sorono dengan lagu dan suara serta petikan gitar yang dibawakannya. Seluruh juri tanpa kecuali memberikan angka tertinggi - angka sepuluh - bagi penampilan Sandhy Sorono. Demikian juga penampilan Djamala dari Ukraina. Hanya Djamala yang berhasil menyamai perolehan suara yang diperoleh Sandhy Sondoro, yang secara keseluruhan masing-masing mereka berhasil memperoleh angka dari para juri sebanyak 358.
Dan hampir bisa dipastikan, berdasarkan penilaian para juri Sandhy Sondoro (Indonesia) dan Djamala (Ukraina) akan menjadi salah seorang pemenangnya, atau mungkin juga mereka dua-duanya menjadi pemenangnya? Hal itu akan bisa diketahui dalam pengumuman yang akan digelar di hari penutupan Kontes Internasional untuk Penyanyi-penyanyi Muda "Novaya Volna" (“Gelombang/Ombak Baru”/the “New Wave”) pada hari Senin (3/8) malam waktu setempat di Yurmala, Latvia. Ketika laporan ini ditayangkan, sekitar beberapa jam lagi akan dimulai konser penutupan dan pengumuman pemenang Kontes Internasional “Novaya Volna” di Yurmala, Latvia.
[asa]Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|