HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 07:16
Walah, PM Inggris Tuding Pakistan Ekspor Teror
Jumat, 30/07/10, 02:55
AS Siap Negosiasi Nuklir Dengan Iran
Jumat, 30/07/10, 01:57
Menhan Pakistan: Insiden Bukan Akibat Sabotase
Jumat, 30/07/10, 01:06
Hina Presiden Lebanon di Facebook, Ditangkap
Kamis, 29/07/10, 21:08
Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
Perlihatkan Batang Hidung, Kim Jong Il Memprihatinkan
Kamis, 09 Juli 2009, 08:21:48 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Setelah dikabarkan sakit keras bulan Agustus tahun lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Il untuk kali kedua kembali hadir di depan publik.

Kehadirannya kali ini berkaitan dengan peringatan 15 tahun kematian ayahnya, Sang Great Leader Kim Il Sung, pendiri Korea Utara. Kim Jong Il terlihat begitu lelah. Dari gambar yang diperlihatkan BBC rambutnya kini jarang, sementara wajahnya yang semakin keriput tampak begitu lelah. Kedua matanya yang selalu bersinar terang pun tampak kuyu. Kim Jong Il yang mengenakan baju khaki memimpin hening cipta sambil menundukkan kepala selama satu menit di bawah poster raksasa Kim Il Sung di Kumsusan Memorial Palace, tempat jenazah ayahnya yang dibalsem dibaringkan. Kim Il Sung meninggal dunia tanggal 8 Juli 1994 pada usia 82 tahun.

Sakit yang diderita Kim Jong Il memunculkan spekulasi mengenai pertarungan politik di antara orang-orang terdekatnya. Adalah Kim Jong Un, anak Kim Jong Il, yang kelihatannya akan melanjutkan kekuasaan Kim Joing Il. Tapi sejauh ini belum ada pernyataan resmi mengenai hal itu.

Sementara itu, BBC melaporkan bahwa salah seorang tokoh penting di Korea Utara, Kim Yong Nam, mengatakan negaranya akan terus menghadapi upaya Amerika Serikat dan Korea Selatan menggondol kedaulatan mereka. [guh]


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang