HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
Hilang Pluto, Muncul Planet Baru
Sabtu, 16 September 2006, 05:26:21 WIB

Washington. Ilmu Astronomi dunia bakal mengalami perkembangan baru. Setelah pencopotan status pluto sebagai planet kesembilan, para astronom dunia menemukan sebuah planet baru.

Yang istimewa, planet tersebut tidak padat seperti layaknya benda langit biasanya, melainkan mengembang.

Planet yang dinamakan HAT-P-1 itu memiliki dimensi yang lebih besar ketimbang Yupiter, planet terbesar dalam sistem tata surya. Meskipun keduanya termasuk gas raksasa, berat HAT-P-1i hanya separuh dari Yupiter.

"Misalnya planet tersebut diletakkan dalam air, ia pasti mengambang," ujar Robert Noyes, pengamat astronomi dari Smithsonian Astrophysical Observatory.

Para astronom memperkirakan planet yang mengeliling ADS 16402, satu dari dua bintang dalam konstelasi Lacerta itu, terdiri dari hidrogen dan helium. Sebagai perbandingan, berat jenis Yupiter 133 persen lebih besar dari air, sedangkan Saturnus 70 persen dan HAT-P-1 hanya seperempat dari berat jenis air.

Planet ini juga diyakini termasuk dalam hot jupiter, artinya mereka memiliki jarak orbit yang dekat dengan pusatnya. Karena itu, HAT-P-1 itu hanya butuh 4,5 hari untuk mengeliling orbitnya. Bandingkan dengan bumi yang membutuhkan 365 hari untuk mengelilingi matahari.

Penemuan yang bakal dipublikasikan di Astrophysical Journal itu bakal mengubah penjelasan mengenai asal-usul terbentuknya planet karena para ahli belum bisa menemukan penyebab mengapa ia bisa mengembang seperti itu. Sebenarnya sstronom dunia pernah menemukan HD 209458b yang juga mengembang, tapi HAT-P-1 berukuran lebih besar.

"Penemuan ini mungkin menunjukkan bahwa ada lubang dalam teori terbentuknya planet selama ini," lanjut Noyes. HAT-P-1 ditemukan saat para astronom menggunakan telekop khusus di Hawaii dan Ariznona.

Saat melintasi orbitnya, planet tersebut menutup sinar ADS 16402 yang sampai ke bumi. Karena itu, astronomer bisa memperhitungkan masa dan ukurannya. ap/*/any/jpnn



Baca juga: