|
 |
|
Jumat, 12/03/10, 00:03
Tiga Gempa Beruntun Goyang Pelantikan Presiden Pinera |
|
Kamis, 11/03/10, 02:22
GEMPA HAITI Situasi Haiti Masih Mengerikan, Obama Janji Lanjutkan Bantuan |
|
Rabu, 10/03/10, 18:05
Grand Syeikh Al-Azhar Meninggal Dunia |
|
Rabu, 10/03/10, 00:30
Awalnya Ditunda, Ahmadinejad Dipastikan Kunjungi Afghanistan |
|
Selasa, 09/03/10, 22:50
Akhirnya Washington DC Halalkan Kawin Sejenis |
|
|
|
Gempa Terbesar Abad Ini Diperingati
Kamis, 27 Juli 2006, 05:55:08 WIB
|
Tangshan. Hari ini, ratusan warga Cina mengenang kembali bencana alam yang melanda wilayahnya tiga dekade silam. Kala itu, gempa dengan kekuatan 7,8 skala Richter menewaskan 240.000 atau seperempat penduduk kota Tangshan, Provinsi Hebei, Cina.
Beberapa korban mengaku sampai sekarang tak bisa melupakan horor yang terjadi. ”Saat itu, saya masih berusia tujuh tahun. Kejadian yang paling membekas adalah berjalan di antara ribuan mayat yang terbungkus plastik,” tutur Li Xuemei, seorang penjual buku di Tangshan. Total delapan keluarga Li tewas dalam musibah tersebut.
Gempa paling mematikan di abad 20 itu berlangsung pada 28 Juli 1976 sekitar pukul tiga dini hari. Getaran selama 15 detik itu membuat banyak warga yang sedang tidur, tewas tertimbun reruntuhan bangunan. Korban semakin bertambah setelah 15 jam kemudian, gempa susulan dengan kekuatan 7,1 skala richter kembali mengguncang.
”Tidak ada perayaan, kami hanya ingin mengenang kembali mereka yang tewas,” cetus Li. Rencananya, Presiden Cina Hu Jintao bakal mengunjungi kota yang kini sudah jauh lebih baik. Saat gempa melanda, sekitar 90 persen bangunan di Tanghsan hancur lebur. Bencana ini juga menyebabkan 4.200 anak-anak yatim piatu dan lebih dari 7.200 keluarga tewas tak bersisa.
Pemerintah Cina baru mengeluarkan rincian korban setelah tiga tahun bencana terjadi. Gempa di kota Tangshan disebut-sebut memiliki kekuatan 400 kali kekuatan bom atom Hiroshima. Gempa yang terpusat delapan kilometer di bawah tanah itu juga membuat 160.000 warga Tanghsan luka-luka. Sebagian besar adalah warga yang selamat setelah tertimbun reruntuhan selama berjam-jam. afp/any/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|