HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 16:48
Gereja di Florida Mau Bakar Quran
Sabtu, 31/07/10, 15:47
Jelang Eksekusi, Ashtiani Mengaku Takut Mati
Sabtu, 31/07/10, 10:54
Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
Sabtu, 31/07/10, 08:27
Granat Meledak Lagi, Bangkok Mencekam
Sabtu, 31/07/10, 08:14
Chelsea Clinton Menikah Pesawat Dilarang Terbang
Beli Es Krim Naik Kendaraan Perang, Ditilang Deh
Rabu, 26 Juli 2006, 14:48:52 WIB

Republik Ceko. Entah apa yang ada di pikiran orang ini ketika dia membeli es krim di tengah kota dengan mengendarai kendaraan perang.

Miroslav Tucek, 34 tahun adalah pria yang baik. Dia berjanji kepada anaknya untuk membelikan es krim siang itu, namun sayang, mobilnya sedang rusak dan terpaksa dia menggunakan kendaraan perang miliknya.

Seperti dilansir dari Ananova, Rabu (26/7) Tucek terlihat tenang mengendarai kendaraan lapis baja yang dibelinya dari militer Republik Ceko itu.

Tatapan aneh orang-orang tak menyurutkan niatnya untuk membeli es krim bagi anak-anaknya. Namun ternyata, polisi punya pendapat lain, dia pun ditilang.

Tucek dikenai denda 300 Pundsterling (sekitar Rp 4,5 juta) karena telah mengendarai kendaraan berat di jalan umum Hradec Kralove, kota tempat dia tinggal. Kepada polisi dia mengatakan, dia terpaksa mengendarai kendaraan seberat 12 ton tersebut karena mobilnya rusak sedangkan rumahnya lumayan jauh dari pusat kota.

"Saya terpaksa naik kendaraan ini. Tadi saya telah berjanji kepada anak-anak saya untuk membelikan es krim, tapi mobil saya rusak dan terlalu jauh untuk jalan kaki," ujarnya memelas.

Tapi sepertinya polisi tak akan mengubah keputusannya. Pasalnya hanya kendaraan ringan saja yang diperbolehkan melalui jalanan kota bersejarah di Hradec Kralove di bagian utara Republik Ceko itu. ana/sdy


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat