|
 |
|
Jumat, 12/03/10, 00:03
Tiga Gempa Beruntun Goyang Pelantikan Presiden Pinera |
|
Kamis, 11/03/10, 02:22
GEMPA HAITI Situasi Haiti Masih Mengerikan, Obama Janji Lanjutkan Bantuan |
|
Rabu, 10/03/10, 18:05
Grand Syeikh Al-Azhar Meninggal Dunia |
|
Rabu, 10/03/10, 00:30
Awalnya Ditunda, Ahmadinejad Dipastikan Kunjungi Afghanistan |
|
Selasa, 09/03/10, 22:50
Akhirnya Washington DC Halalkan Kawin Sejenis |
|
|
|
Gugat Mertua Kasar, Menang Rp 592 Juta
Rabu, 26 Juli 2006, 05:41:46 WIB
|
London. Lelah menjadi bulan-bulanan dalam rumah tangganya sendiri, seorang menantu di Inggris menggugat ibu mertuanya. Gina Satvir Singh, perempuan 26 tahun, mengaku diperlakukan tidak layak oleh Dalbir Kaur Bhakar, mertuanya. Senin lalu, Singh berhasil memenangkan gugatan di Pengadilan Nottingham County dan mendapatkan ganti rugi sebesar GBP 35.000 atau sekitar Rp 592 juta.
Singh mengaku diperlakukan seperti tahanan di rumahnya sendiri, selama berbulan-bulan. Warga keturunan India yang tinggal di Ilford, London Timur itu mengatakan bahwa setiap hari Bhakar memaksanya bangun pukul 06.30 pagi dan melakukan serangkaian tugas rumah tangga yang keterlaluan. Salah satunya adalah membersihkan kamar mandi tanpa menggunakan sikat.
Selain dipaksa melakukan tugas-tugas rumah tangga 17 jam setiap harinya, Singh juga dilarang beribadah ke kuil Sikh. Singh yang menikah dengan putra Bhakar, Hardeep, karena perjodohan keluarga itu juga tidak bisa bebas bertemu dengan keluarga dan sanak-saudaranya. Pasalnya, Bhakar membatasi pertemuan Singh dengan keluarganya. Di samping itu, Bhakar juga memantau setiap telepon yang diterima menantunya itu.
Yang lebih keterlaluan, Bhakar juga memaksa Singh memangkas rambutnya. Padahal, hal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama yang dianut Singh. Dengan nada mengejek, Bhakar juga meminta Singh untuk mem-bleaching kulitnya, agar menjadi lebih putih. Penderitaan yang berawal dari pernikahannya pada bulan November 2002 lalu itu, membuat Singh jatuh sakit. Namun, dalam keadaan sakit pun, Bhakar melarang Singh memeriksakan diri ke dokter.
Tidak tahan dengan perlakuan mertuanya yang semakin menjadi-jadi, Singh memutuskan untuk bercerai dengan suaminya pada tahun 2003. Selanjutnya, dia menuntut ibu mertunya berdasarkan Protection from Harassment Act, yang diterbitkan tahun 1997 silam. ”Perlakuan tidak pantas yang diterima Gina (Singh) ini sudah masuk kategori berat. Dia disiksa secara fisik dan mental hingga jatuh sakit,” kata Hakim Pengadilan Nottingham County Timothy Scott. ap/*/hep/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|