HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 16:48
Gereja di Florida Mau Bakar Quran
Sabtu, 31/07/10, 15:47
Jelang Eksekusi, Ashtiani Mengaku Takut Mati
Sabtu, 31/07/10, 10:54
Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
Sabtu, 31/07/10, 08:27
Granat Meledak Lagi, Bangkok Mencekam
Sabtu, 31/07/10, 08:14
Chelsea Clinton Menikah Pesawat Dilarang Terbang
Khadafi Keluarkan Testimoni
Rabu, 26 Juli 2006, 05:27:57 WIB

Tripoli. Sebelum memutuskan untuk meninggalkan program senjata pemusnah massa (WMD) pada tahun 2003, sebenarnya pemerintah Libya sudah tinggal selangkah lagi bisa menciptakan bom nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan pemimpin Libya Moamer Kadhafi di hadapan sekelompok insinyur, Minggu lalu.

”Libya sudah sampai pada tahap penciptaan bom nuklir, dan itu bukan rahasia lagi. Pemerintah AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga sudah mengetahuinya. Semua program dan peralatan yang kami gunakan untuk membuat bom nuklir pun diketahui publik,” kata Kadhafi, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Libya, Senin lalu. Ini merupakan pernyataan resmi pertama Libya bahwa negara Afrika Utara tersebut pernah berusaha menciptakan bom nuklir.

Kadhafi menyebut upaya membuat bom nuklir itu sebagai contoh keberhasilan Libya mewujudkan mimpi. Bertolak dari contoh tersebut, politisi 64 tahun tersebut memotivasi warganya untuk semakin percaya diri dalam membangun perekonomian negeri. Menurutnya, upaya terbaik adalah dengan membatasi peran orang asing dalam perkonomian Libya. Dengan demikian, kekayaan Libya tidak akan jatuh ke tangan orang lain.

Desember 2003 lalu, secara mengejutkan pemerintah Libya mengumumkan bahwa mereka telah menghapuskan program WMD dan mengundang inspektur internasional untuk memeriksanya. Keputusan tersebut mencairkan kebekuan hubungan pemerintah Libya dan pemerintah Barat, selama beberapa dekade. Sejak saat itu pula, negara berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu mulai menerima kunjungan dari negara-negara Barat. ap/afp/hep/jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat