HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 12/03/10, 00:03
Tiga Gempa Beruntun Goyang Pelantikan Presiden Pinera
Kamis, 11/03/10, 02:22
GEMPA HAITI
Situasi Haiti Masih Mengerikan, Obama Janji Lanjutkan Bantuan
Rabu, 10/03/10, 18:05
Grand Syeikh Al-Azhar Meninggal Dunia
Rabu, 10/03/10, 00:30
Awalnya Ditunda, Ahmadinejad Dipastikan Kunjungi Afghanistan
Selasa, 09/03/10, 22:50
Akhirnya Washington DC Halalkan Kawin Sejenis
Khadafi Keluarkan Testimoni
Rabu, 26 Juli 2006, 05:27:57 WIB

Tripoli. Sebelum memutuskan untuk meninggalkan program senjata pemusnah massa (WMD) pada tahun 2003, sebenarnya pemerintah Libya sudah tinggal selangkah lagi bisa menciptakan bom nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan pemimpin Libya Moamer Kadhafi di hadapan sekelompok insinyur, Minggu lalu.

”Libya sudah sampai pada tahap penciptaan bom nuklir, dan itu bukan rahasia lagi. Pemerintah AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga sudah mengetahuinya. Semua program dan peralatan yang kami gunakan untuk membuat bom nuklir pun diketahui publik,” kata Kadhafi, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Libya, Senin lalu. Ini merupakan pernyataan resmi pertama Libya bahwa negara Afrika Utara tersebut pernah berusaha menciptakan bom nuklir.

Kadhafi menyebut upaya membuat bom nuklir itu sebagai contoh keberhasilan Libya mewujudkan mimpi. Bertolak dari contoh tersebut, politisi 64 tahun tersebut memotivasi warganya untuk semakin percaya diri dalam membangun perekonomian negeri. Menurutnya, upaya terbaik adalah dengan membatasi peran orang asing dalam perkonomian Libya. Dengan demikian, kekayaan Libya tidak akan jatuh ke tangan orang lain.

Desember 2003 lalu, secara mengejutkan pemerintah Libya mengumumkan bahwa mereka telah menghapuskan program WMD dan mengundang inspektur internasional untuk memeriksanya. Keputusan tersebut mencairkan kebekuan hubungan pemerintah Libya dan pemerintah Barat, selama beberapa dekade. Sejak saat itu pula, negara berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu mulai menerima kunjungan dari negara-negara Barat. ap/afp/hep/jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Koalisi Suku Bunga dan Rendahnya Permintaan Kredit
Audit Korupsi BP Migas Kenapa Belum Keluar?
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Apa Mungkin Mega Takluk Rayuan Ketiga Taufik Kiemas