HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 16:48
Gereja di Florida Mau Bakar Quran
Sabtu, 31/07/10, 15:47
Jelang Eksekusi, Ashtiani Mengaku Takut Mati
Sabtu, 31/07/10, 10:54
Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
Sabtu, 31/07/10, 08:27
Granat Meledak Lagi, Bangkok Mencekam
Sabtu, 31/07/10, 08:14
Chelsea Clinton Menikah Pesawat Dilarang Terbang
Olmert Abaikan Permintaan AS
Rabu, 26 Juli 2006, 03:37:17 WIB

Nabatiyeh. Setelah mengunjungi Lebanon, Menlu AS Condoleezza ‘Condi’ Rice melanjutkan tur Timur Tengahnya ke Israel. Dalam pertemuan dengan PM Israel Ehud Olmert kemarin, Condi kembali menegaskan perlunya gencatan senjata tanpa syarat dengan gerilyawan Hizbullah. ”Kita perlu menekankan kepada mereka bahwa kita tidak akan kembali pada kondisi sebelumnya. Itulah sebabnya, selama ini kami terus mengampanyekan gencatan senjata jangka panjang,” kata Condi.

Menanggapi pernyataan Condi tersebut, Olmert mengatakan bahwa agresi militer Israel ke Lebanon akan terus berlanjut. ”Israel akan terus bertempur melawan Hizbullah. Kami akan menghentikan mereka. Untuk itu, kami tidak ragu menggunakan cara-cara yang keras untuk melumpuhkan mereka,” kata Olmert.

Dalam kesempatan itu, pengganti Ariel Sharon itu menyalahkan Hizbullah atas jatuhnya banyak korban sipil di Lebanon. ”Kami cukup memahami krisis kemanusiaan yang ditimbulkan Hizbullah di Lebanon. Dengan tulus saya katakan bahwa rakyat Israel dan Lebanon sama-sama menjadi korban kebrutalan organisasi teror ini,” lanjut Olmert, usai bertemu dengan Condi, kemarin.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa saat ini 15 persen warga Israel terpaksa harus tinggal di bomb shelters untuk menyelamatkan diri dari tembakan roket Hizbullah. Hampir bersamaan, wakil PM Israel Shimon Peres menyerukan kepada rakyat Lebanon untuk melucuti senjata gerilyawan Hizbullah dan berdamai dengan Israel.

Dalam pidato di hadapan parlemen Israel tersebut, Peres yakin bahwa negerinya akan memenangkan ‘perang.’ ”Dalam perang ini, tidak ada pilihan lain kecuali memenangkan pertempuran melawan teroris. Secara moral, Hizbullah sudah kalah. Tak lama lagi, mereka juga akan kalah secara militer,” tandasnya. ap/afp/rtr/hep/jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat