HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Kamis, 11/03/10, 02:22
GEMPA HAITI
Situasi Haiti Masih Mengerikan, Obama Janji Lanjutkan Bantuan
Rabu, 10/03/10, 18:05
Grand Syeikh Al-Azhar Meninggal Dunia
Rabu, 10/03/10, 00:30
Awalnya Ditunda, Ahmadinejad Dipastikan Kunjungi Afghanistan
Selasa, 09/03/10, 22:50
Akhirnya Washington DC Halalkan Kawin Sejenis
Rabu, 03/03/10, 14:15
"Indonesian Day" Digelar, Indonesia Seolah Pindah ke Hungaria
Minta Lukisan, Dikirimi Ratusan Peluru
Selasa, 20 Juni 2006, 04:37:46 WIB


Phnom Penh, Rakyat Merdeka. Lukisan berubah jadi peluru senapan. Ini bukan sulap tapi insiden salah kirim yang menimpa Kedubes AS di Phnom Penh, Kamboja.

Awalnya, mereka meminta kiriman lukisan dari pemerintah AS. Tapi paket yang sampai malah berisi 140 ribu butir peluru.

Kekeliruan ini terjadi karena Thai Airways yang mengirimkan paket, salah memasang label. Mestinya, paket peluru ini dikirimkan ke Finlandia.

"Kami tidak mendapati unsur kesengajaan dalam insiden salah kirim ini," ujar Kepala Kepolisian Kamboja Hok Lundy. Kendati demikian, mereka masih menahan dan menyelidiki asal usul paket tersebut.

Sebenarnya paket ini sampai di Kamboja pada 7 Juni lalu melalui penerbangan dari Thailand. Paket ini langsung diambil petugas Kedubes AS tapi baru dibuka keesokan harinya. Betapa kaget mereka ketika mengetahui bukan lukisan yang didalam paket, melainkan ratusan ribu peluru. Mestinya lukisan ini digunakan untuk dekorasi gedung baru mereka.

"Paket ini langsung dibungkus kembali dan dikembalikan ke Bea Cukai Kamboja," tulis pernyataan resmi Kedubes AS. Mereka juga mengklaim jika paket peluru tersebut tidak ada kaitannya dengan Kedubes AS di Kamboja atau pemerintahan AS. ap/afp/any/jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Koalisi Suku Bunga dan Rendahnya Permintaan Kredit
Mabes Polri Belum Sidik Kasus Politisi Misbakhun
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Teroris Sukses Diberantas, Penegakan Hukum Kandas