|
 |
|
|
 |
|
Selasa, 09/02/10, 17:21 I Ketut dan Myra Tak Hadir, Sidang Perdana Urung Digelar |
|
Selasa, 09/02/10, 17:17 Endin Soefihara Ditahan KPK |
|
Selasa, 09/02/10, 17:01 CENTURYGATE SBY Bingung Luar Biasa |
|
Selasa, 09/02/10, 16:49 25 Ribu Botol Miras Disita |
|
Selasa, 09/02/10, 16:46 KOALISI SBY RETAK Muhaimin: PKB Tidak Cari Muka |
|
.jpg) |
|
|
|
|
|
SANTET VOODOO GAGAL Ki Gendeng Nyerah, Bush Dilindungi 10 Dukun Yahudi
Rabu, 22 November 2006, 11:15:50 WIB
Laporan: Nurul Hakim
|
Bogor, Rakyat Merdeka. Diam-diam, George Walker Bush membawa 10 dukun Yahudi ke Istana Bogor saat melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin lalu (20/11).
Para dukun itu khusus melindungi Presiden Amerika Serikat dari serangan santet yang dilakukan Ki Gendeng Pamungkas. Akibatnya, dukun santet asal Bogor itu dibuat menyerah.
Ki Gendeng mengakui bahwa ia tak kuasa menahan gempuran ilmu 10 dukun Yahudi tersebut.
‘’Mana bisa, saya menang jika dikeroyok 10 dukun berilmu tinggi. Sudah untung, saya tak apa-apa,’’ kata Ki Gendeng kepada Situs Berita Rakyat Merdeka, tadi malam (Selasa, 21/11).
Menurut Ki Gendeng, sejak Minggu (19/11) siang, 5 dukun Yahudi sudah tiba. Mereka terlibat pertempuran ilmu dengannya. Karena itu, ia berhasil membuat celaka, Air Force One --pesawat Kepresidenan Bush.
Tapi, setelah Bush tiba dengan tambahan 5 dukun, Ki Gendeng mengaku kewalahan. Malahan ia diserang balik dengan ilmu sejenis santet dari Amerika Serikat.
“Saya hanya bisa bertahan. Karena itu, saya bisa menggagalkan Bush mendarat di Kebon Raya Bogor. Itu berkat bantuan Mbah Japra, penguasa Bogor. Tapi untuk membuatnya tak betah, terus terang saya gagal,’’ tegasnya serius.
Ki Gendeng melanjutkan, ilmu santetnya berlaku jangka panjang. Karena ia akan merusak karir Bush di negaranya, sehingga dalam pemilu mendatang Bush akan kalah. Bahkan, Presiden SBY yang menerima Bush juga akan terkena dampak ilmunya.
“Karir SBY dan para pejabat negara bakal jeblok. SBY juga akan kehilangan dukungan politik dari sejumlah partai,’’ jelasnya. iga
Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|