HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 12/03/10, 07:53
DPR Tak Punya Hak Boikot Sri Mulyani
Jumat, 12/03/10, 03:49
PIALA DUNIA 2010
Macan Asia Tolak Bala
Jumat, 12/03/10, 03:14
PIALA DUNIA 2010
Indahnya Stadion Mandela Bay Di Tepi Danau North End
Jumat, 12/03/10, 02:07
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Jumat, 12/03/10, 00:41
Desakan Marzuki Alie Mundur Mengada-ada
Setelah Pansus Centurygate menyelesaikan tugasnya, siapa yang harus angkat kaki?
Presiden SBY
Wapres Boediono
Menkeu Sri Mulyani
Pihak lain
Tidak tahu
  Polling Yang Lalu
  Chairuman Harahap, Merasa Tidak Bersalah, Padahal Lakukan Kesalahan
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
  Dukung Anti Korupsi, Rakyat Merdeka Online Hitamkan Diri
HET BERICHT, kabar dari Eropa

Selasa, 02 Februari 2010, 17:44:55 WIB

PALAPA Siap Lakukan Langkah Nyata Kurangi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia

Perubahan iklim atau climate change dan implikasinya telah menjadi isu global yang menarik perhatian banyak kalangan dari berbagai bidang. Perdagangan karbon atau carbon trading dianggap banyak pihak sebagai alternatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab utama perubahan iklim.

Sehubungan dengan itu, kelompok profesional Indonesia yang tergabung dalam Yayasan (Stichting) PALAPA di Belanda bekerjasama dengan KBRI Den Haag pada Sabtu (30/1) menggelar seminar dengan tema "Climate Change: the Role of Carbon Trading for Indonesia".

Seminar yang digelar di aula KBRI Den Haag tersebut dan dipandu oleh Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Den Haag Firdaus Dahlan, bertujuan untuk turut memberikan informasi berharga kepada publik khususnya masyarakat Indonesia seputar climate change dan carbon trading beserta kaitannya terhadap Indonesia.

Seminar ini sekaligus merupakan langkah awal dari PALAPA berperan serta aktif dalam upaya menanggulangi perubahan iklim khususnya di Indonesia. Dalam kerangka tersebut, salah satu program PALAPA ke depan adalah proyek “Solar Cell”, pemasangan pembangkit listrik tenaga surya pada rumah tangga sederhana di daerah percontohan di Indonesia.

Di hadapan sekitar 60 peserta yang datang dari kalangan universitas dan organisasi ilmiah di Belanda, Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Kerajaan Belanda, Umar Hadi dalam sambutannya melihat seminar ini sebagai suatu inisiatif yang bagus ke arah kapitalisasi dari sumber daya untuk mendukung demokratisasi di Indonesia, yang akan berguna untuk perumusan kebijakan dan penyusunan langkah-langkah konkrit untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Umar Hadi berharap PALAPA bisa memperkuat hubungan kerjasama Indonesia-Belanda di forum-forum internasional, seperti misalnya mengenai isu climate change.

“Dengan mengangkat kembali masalah perubahan iklim dan implikasinya pasca konferensi Kopenhagen, Yayasan PALAPA mengajak peserta untuk mendiskusikan manfaat dan keterbatasan carbon trading bagi Indonesia, sekaligus mengumpulkan ide-ide konkret yang dapat dilakukan seputar carbon trading,” ujar direktur PALAPA, Eko Nugroho M.Sc, dalam presentasi pembukaannya.

Di dalam makalahnya, Dewan Pakar PALAPA bidang Energi dan Perubahan Iklim, Michael C. Putrawenas, M.Sc menyatakan bahwa perubahan iklim bagi Indonesia adalah isu strategis di mana dampaknya lebih besar dari hanya lingkungan hidup tapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak. Perdagangan karbon berpotensi menjadi sumber dana tambahan bagi Indonesia untuk membangun infrastruktur energi yang lebih bersih dan efisien serta menjaga kelangsungan hutan.

Solusi menarik di bidang kehutanan diperdalam oleh Jesse Kuijper sebagai Dewan Pakar PALAPA dari the Borneo Initiative yang menambahkan bahwa potensi Indonesia untuk berkontribusi dalam mitigasi gas rumah kaca dengan manajemen kehutanan tidak diragukan lagi. Saat ini Borneo Initiative terus berusaha membantu mengembangkan pengelolaan hutan yang lebih baik dan sudah ada sekitar 1 juta hektar areal yang dijadikan percontohan.

Di dalam seminar ini, PALAPA juga menyempatkan memaparkan status dari beberapa proyek yang sudah berjalan. Direktur bidang Dana Usaha PALAPA, Ir. Eko Hardjanto, menjelaskan bahwa proyek “Solar Cell” yang tengah ditanganinya saat ini berada dalam fase project assessment untuk mengembangkan relasi dengan pihak penyedia infrastruktur dan pemerintah daerah di Indonesia sebagai tempat implementasi project.

PALAPA juga mempunyai proyek “Bagimu Negeri”, proyek kolaborasi tempat bertemunya penyedia dan pemberi beasiswa, yang ditangani langsung oleh Direktur bidang Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ristek) PALAPA, Ahmadsyah Alghozi Nugroho, SKom, MM. Saat ini “Bagimu Negeri” berada di dalam tahap pengembangan aplikasi. [zul]

FOTO: Dewan Pakar PALAPA Michael C.Putrawenas sedang membawakan makalahnya


Sambut Perbankan Syariah di Rusia, BMI Mulai Berikan Pelatihan
Pelatihan bank syariah dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari diplomasi dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia.

“Memulai ...
 
Menciptakan Panggung Indonesia di Belgia
Indonesia menjadi negara tamu (guest country) dalam pekan wisata internasional Charleroi Expo yang digelar pada tanggal 16-21 Februari 2010 di ...
 
KRISIS POLITIK BELANDA
Kabinet Balkenende IV Bubar

Kabinet Koalisi Belanda di bawah pimpinan Jan Peter Balkenende atau sering disebut Kabinet Balkenende IV bubar, hari ini (Sabtu, 20/2). ...
 
Untuk Kerjasama Ilmiah, Indonesia Serahkan Komodo ke Hungaria
Kehadiran 2 ekor komodo Indonesia di Hungaria merupakan realisasi kerjasama penelitian ilmiah antara kedua negara.

Hal tersebut ditegaskan Duta Besar ...
 
BEDAH BUKU
Menguak Eksotisme dan Kejutan Rusia Baru

Meskipun sudah bermetamorfosa hampir dua dasawarsa, sebagian masyarakat Indonesia memiliki kesan bahwa Rusia adalah Uni Soviet. Buku “Vodka, Cinta dan ...
 
Muslim RI-Rusia Tingkatkan Kerjasama
Menteri Agama Suryadharma Ali dan Duta Besar RI untuk Rusia, Hamid Awaludin dalam pertemuan di Jakarta (Jumat, 5/2) sepakat tentang ...
 
Garuda Hindari Persaingan Harga Dengan Maskapai Asing
Garap Pasar Eropa Mulai Juni 2010

Dalam menggarap pasar Eropa khususnya Belanda, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia tidak mau bersaing dalam ...
 
1 2 3 4 5 6 ...»


Carrefour Bukan Pesaing Pasar Tradisional
Bazar Rakyat Carrefour, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Untuk Kembangkan UKM, Carrefour Membuat Bazar Rakyat
Kantornya Jokir Kesandung Kasus Proyek Perkotaan
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Setneg Harus Jadi Contoh Lakukan Reformasi Birokrasi