HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

HET BERICHT, kabar dari Eropa

Selasa, 02 Februari 2010, 17:44:55 WIB

PALAPA Siap Lakukan Langkah Nyata Kurangi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia

Perubahan iklim atau climate change dan implikasinya telah menjadi isu global yang menarik perhatian banyak kalangan dari berbagai bidang. Perdagangan karbon atau carbon trading dianggap banyak pihak sebagai alternatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab utama perubahan iklim.

Sehubungan dengan itu, kelompok profesional Indonesia yang tergabung dalam Yayasan (Stichting) PALAPA di Belanda bekerjasama dengan KBRI Den Haag pada Sabtu (30/1) menggelar seminar dengan tema "Climate Change: the Role of Carbon Trading for Indonesia".

Seminar yang digelar di aula KBRI Den Haag tersebut dan dipandu oleh Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Den Haag Firdaus Dahlan, bertujuan untuk turut memberikan informasi berharga kepada publik khususnya masyarakat Indonesia seputar climate change dan carbon trading beserta kaitannya terhadap Indonesia.

Seminar ini sekaligus merupakan langkah awal dari PALAPA berperan serta aktif dalam upaya menanggulangi perubahan iklim khususnya di Indonesia. Dalam kerangka tersebut, salah satu program PALAPA ke depan adalah proyek “Solar Cell”, pemasangan pembangkit listrik tenaga surya pada rumah tangga sederhana di daerah percontohan di Indonesia.

Di hadapan sekitar 60 peserta yang datang dari kalangan universitas dan organisasi ilmiah di Belanda, Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Kerajaan Belanda, Umar Hadi dalam sambutannya melihat seminar ini sebagai suatu inisiatif yang bagus ke arah kapitalisasi dari sumber daya untuk mendukung demokratisasi di Indonesia, yang akan berguna untuk perumusan kebijakan dan penyusunan langkah-langkah konkrit untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Umar Hadi berharap PALAPA bisa memperkuat hubungan kerjasama Indonesia-Belanda di forum-forum internasional, seperti misalnya mengenai isu climate change.

“Dengan mengangkat kembali masalah perubahan iklim dan implikasinya pasca konferensi Kopenhagen, Yayasan PALAPA mengajak peserta untuk mendiskusikan manfaat dan keterbatasan carbon trading bagi Indonesia, sekaligus mengumpulkan ide-ide konkret yang dapat dilakukan seputar carbon trading,” ujar direktur PALAPA, Eko Nugroho M.Sc, dalam presentasi pembukaannya.

Di dalam makalahnya, Dewan Pakar PALAPA bidang Energi dan Perubahan Iklim, Michael C. Putrawenas, M.Sc menyatakan bahwa perubahan iklim bagi Indonesia adalah isu strategis di mana dampaknya lebih besar dari hanya lingkungan hidup tapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak. Perdagangan karbon berpotensi menjadi sumber dana tambahan bagi Indonesia untuk membangun infrastruktur energi yang lebih bersih dan efisien serta menjaga kelangsungan hutan.

Solusi menarik di bidang kehutanan diperdalam oleh Jesse Kuijper sebagai Dewan Pakar PALAPA dari the Borneo Initiative yang menambahkan bahwa potensi Indonesia untuk berkontribusi dalam mitigasi gas rumah kaca dengan manajemen kehutanan tidak diragukan lagi. Saat ini Borneo Initiative terus berusaha membantu mengembangkan pengelolaan hutan yang lebih baik dan sudah ada sekitar 1 juta hektar areal yang dijadikan percontohan.

Di dalam seminar ini, PALAPA juga menyempatkan memaparkan status dari beberapa proyek yang sudah berjalan. Direktur bidang Dana Usaha PALAPA, Ir. Eko Hardjanto, menjelaskan bahwa proyek “Solar Cell” yang tengah ditanganinya saat ini berada dalam fase project assessment untuk mengembangkan relasi dengan pihak penyedia infrastruktur dan pemerintah daerah di Indonesia sebagai tempat implementasi project.

PALAPA juga mempunyai proyek “Bagimu Negeri”, proyek kolaborasi tempat bertemunya penyedia dan pemberi beasiswa, yang ditangani langsung oleh Direktur bidang Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ristek) PALAPA, Ahmadsyah Alghozi Nugroho, SKom, MM. Saat ini “Bagimu Negeri” berada di dalam tahap pengembangan aplikasi. [zul]

FOTO: Dewan Pakar PALAPA Michael C.Putrawenas sedang membawakan makalahnya


Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
Menindaklanjuti upaya majalah Horizon Indonesia beberapa waktu yang lalu menerjemahkan sejumlah puisi dan cerpen Hungaria ke dalam bahasa Indonesia, pihak-pihak ...
 
Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
Pagelaran Tari Tradisional membuka rangkaian acara Festival Indonesia 2010 yang diselenggarakan di Kota Plzen mulai 28 Juli sampai 2 September ...
 
CDA Putuskan Bicara Informil dengan VVD dan PVV
Para anggota fraksi CDA (Partai Kristen Demokrat) di parlemen, Sabtu (24/7) mengadakan rapat internal darurat.

Dalam rapat tersebut diputuskan, bahwa CDA ...
 
Ruud Lubbers: Penjajakan Bagi Pembentukan Kabinet Kanan Perlu Dilakukan
Secara keseluruhan, sejak Pemilu legislatif Belanda (9/6), hingga 21 Juli 2010, perundingan untuk menjajaki pembentukan kabinet Belanda sudah berlangsung selama ...
 
RI Buka Peluang Kerjasama dengan Provinsi Pardubice, Ceko
Senin (19/7) lalu, KUAI KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, mengadakan pertemuan dengan Gubernur Wilayah Pardubice, Radko Martinek, dalam rangka mempresentasikan perkembangan ...
 
Kota Jakarta Diterakan pada Prasasti Fertrakos, Hungaria
Fertrakos merupakan sebuah kota Hungaria dan terletak di pinggir danau besar Ferto-to yang terletak di wilayah Hungaria dan Austria.

Karena kota ...
 
INDONESIA GASTRONOMY EVENING
Minum Wine Campur Ikan Dabu-Dabu

“Wine campur dabu-dabu? Jangan pernah takut mencoba. Kalo pas, sesuatu yang bersifat gado-gado model baru-pun ternyata banyak yang menyukai. Itulah ...
 
1 2 3 4 5 6 ...»


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat