|
|
|
HET BERICHT, kabar dari Eropa
Jumat, 30 Juli 2010, 14:36:27 WIB
Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
 |
Pagelaran Tari Tradisional membuka rangkaian acara Festival Indonesia 2010 yang diselenggarakan di Kota Plzen mulai 28 Juli sampai 2 September 2010. Demikian diungkapkan Azis Nurwahyudi, KUAI KBRI Praha dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online, Kamis (29/7).
Secara khusus pemerintah kota Plzen meminta Indonesia mendukung kota tersebut agar dapat terpilih sebagai Ibu Kota Budaya Eropa pada tahun 2015 dengan memberi fasilitas dan kesempatan menyelenggarakan berbagai acara kebudayaan.
Selama berlangsungnya Festival Indonesia 2010 di kota tersebut, akan digelar berbagai pertunjukan tari tradisional, pameran kain tradisional, pemutaran film, workshop gamelan dan wayang, temu usaha dan pameran produk-produk unggulan Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut dibuka oleh Azis Nurwahyudi, KUAI KBRI Praha bersama Katarina Chabova, Direktur Humas Proyek Plzen 2015 bertempat di alun-alun kota Plzen, kota yang terkenal dengan produk minuman bir, Rabu, 28 Juli 2010.
Untuk membuka Festival Indonesia 2010, KBRI Praha mengusung Pagelaran Tari Tradisional Indoensia yang mempertunjukan tari Truno dari Yogyakarta, tari Rantak dari Sumatra Barat, tari Kayau dari Kalimantan, tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat dan tari Condong dari Bali. Para penari adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum UGM Yogyakarta dan mahasiswa Hubungan Internasional UPN Veteran Yogyakarta yang tengah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Ceko, serta masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Sanggar Tari Sekar Melati.
Saat membuka acara KUAI KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, menyampaikan salam persahabatan dari seluruh masyarakat Indonesia dan mengundang masyarakat kota Plzen untuk berkunjung ke Indonesia menikmati budaya tradisional, keramahan penduduk, dan keindahan alamnya.
Sona Cermakova, mantan penerima Beasiswa Darmasiswa, juga menjelaskan secara singkat tentang Indonesia dan tari-tarian yang dipentaskan.
Pada pembukaan acara, para pengunjung dapat menikmati aneka kue jajan pasar dan kopi dari Gayo, Sumatra yang secara khusus diperkenalkan kepada para pengunjung.
Selama acara berlangsung beberapa pengunjung juga mencoba naik Becak yang didatangkan dari Jepara dan dapat membeli berbagai suvenir tradisional seperti baju, taplak meja, bantal, dan tas dari Batik. Sedangkan untuk anak-anak, dibagikan gambar wayang yang dapat mereka warnai.[arp]
|
|
|
|
|
|
|