HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
HET BERICHT, kabar dari Eropa

Selasa, 27 Juli 2010, 16:03:04 WIB

CDA Putuskan Bicara Informil dengan VVD dan PVV

Para anggota fraksi CDA (Partai Kristen Demokrat) di parlemen, Sabtu (24/7) mengadakan rapat internal darurat.

Dalam rapat tersebut diputuskan, bahwa CDA sepakat secara informil mengadakan pembicaraan dengan VVD (Partai Rakyat untuk Kemerdekaan dan Demokrasi/partai liberal konservatif) dan PVV (Partai untuk Kemerdekaan dan Kemajuan/partai kanan ekstrim) untuk menjajaki kemungkinan pembentukan kabinet baru.

Sebagaimana diungkapkan NRC Handelsblad (Sabtu, 24/7), kesepakatan tersebut dicapai secara unanim dalam rapat internal CDA tersebut, yang berlangsung sekitar dua jam. Sedang dengan VVD dan PVV itu akan dilakukan pembicaraan “terbuka”, tanpa pengajuan syarat apapun sebelumnya.

Bagi Kristen Demokrat yang terutama adalah bahwa pembicaraan dengan VVD dan PVV dilakukan secara informal. Langkah VVD, PVV dan CDA untuk mengadakan pembicaraan antara mereka diserukan oleh Informatur Ruud Lubbers. Dia sendiri tidak akan hadir dalam pembicaraan dimaksud.

Dari ketiga Ketua Fraksi yang bersangkutan, Lubbers ingin secepat mungkin mendengar atau melihat manfaat perundingan sungguh-sungguh mengenai kabinet baru.

Lubbers juga menyarankan partai-partai dimaksud untuk menjajaki kemungkinan dibentuknya kabinet koalisi minoritas yang terdiri dari VVD dan CDA dengan didukung oleh PVV Geert Wilders.

Namun demikian, kabinet minoritas tidak termasuk tugas dari Lubbers. Itulah sebabnya dia juga tidak hadir dalam pembicaraan informil dimaksud.

Hingga saat ini Pemimpin CDA Maxime Verhagen masih tetap berpendapat bahwa pertama-tama VVD dan PVV berusaha untuk mencapai kesepakatan bersama.

Dalam beberapa masalah yang mendasar CDA tidak sependapat dengan PVV. Menurut Verhagen, perbedaan pendapat ini adalah prinsip negara hukum.

Yang tidak bisa ditawar lagi dalam perundingan adalah tidak ada registrasi etnis, tidak ada pemberlakuan pajak bagi para pemakai jilbab, dan tidak ada pelarangan Al Quran. [arp]

Keterangan foto:
Ketua Fraksi CDA Maxime Verhagen.
(Foto: NOS)


Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
Menindaklanjuti upaya majalah Horizon Indonesia beberapa waktu yang lalu menerjemahkan sejumlah puisi dan cerpen Hungaria ke dalam bahasa Indonesia, pihak-pihak ...
 
Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
Pagelaran Tari Tradisional membuka rangkaian acara Festival Indonesia 2010 yang diselenggarakan di Kota Plzen mulai 28 Juli sampai 2 September ...
 
Ruud Lubbers: Penjajakan Bagi Pembentukan Kabinet Kanan Perlu Dilakukan
Secara keseluruhan, sejak Pemilu legislatif Belanda (9/6), hingga 21 Juli 2010, perundingan untuk menjajaki pembentukan kabinet Belanda sudah berlangsung selama ...
 
RI Buka Peluang Kerjasama dengan Provinsi Pardubice, Ceko
Senin (19/7) lalu, KUAI KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, mengadakan pertemuan dengan Gubernur Wilayah Pardubice, Radko Martinek, dalam rangka mempresentasikan perkembangan ...
 
Kota Jakarta Diterakan pada Prasasti Fertrakos, Hungaria
Fertrakos merupakan sebuah kota Hungaria dan terletak di pinggir danau besar Ferto-to yang terletak di wilayah Hungaria dan Austria.

Karena kota ...
 
INDONESIA GASTRONOMY EVENING
Minum Wine Campur Ikan Dabu-Dabu

“Wine campur dabu-dabu? Jangan pernah takut mencoba. Kalo pas, sesuatu yang bersifat gado-gado model baru-pun ternyata banyak yang menyukai. Itulah ...
 
Rakyat Oranye Berubah Pikiran, Pasukan Marwijk Dijamu Pesta Pora
Meskipun menderita kekalahan dari Tim Spanyol dalam pertandingan final Piala Dunia 2010, kesebelasan nasional sepakbola Belanda atau biasa disebut Tim ...
 
1 2 3 4 5 6 ...»