|
|
|
HET BERICHT, kabar dari Eropa
Minggu, 25 Juli 2010, 17:28:25 WIB
Ruud Lubbers: Penjajakan Bagi Pembentukan Kabinet Kanan Perlu Dilakukan
 |
Secara keseluruhan, sejak Pemilu legislatif Belanda (9/6), hingga 21 Juli 2010, perundingan untuk menjajaki pembentukan kabinet Belanda sudah berlangsung selama sekitar satu setengah bulan.
Namun sampai hari ini kabinet baru negeri “Kincir Angin” ini masih belum juga bisa dibentuk. Menurut pengalaman, lamanya pembentukan kabinet di Belanda berlangsung rata-rata sekitar 87 hari.
Rabu, 21 Juli 2110 lalu, Informatur Uri Rosenthal (VVD) dan Jacques Wallage (PvDA) memberikan laporan akhir dari hasil pembicaraan mereka dengan Ketua-ketua Fraksi VVD (Partai Rakyat untuk Kemerdekaan dan Demokrasi/partai liberal konservatif), PvDA (Partai Buruh Belanda/sosial demokrat), D66 (partai liberal demokrat) dan GroenLinks (partai hijau/kiri) kepada Ratu Beatrix. Isi pokok laporan tersebut adalah kabinet Paars (Ungu) Plus gagal dibentuk.
Dengan demikian, babak baru perundingan bagi pembentukan kabinet Belanda kembali dibuka. Sekaitan ini, pada Rabu (21/7) malam Ratu Beatrix meminta mantan Perdana Menteri Ruud Lubbers datang ke Istana Noordeinde untuk bertemu dengannya. Menurut Dinas penerangan negara (Rijksvoorlichtingsdienst) Ratu Beatrix meminta nasehat Lubbers tentang penyusunan (formasi) kabinet.
Lubbers adalah anggota CDA (Partai Kristen Demokrat) dan mantan PM Belanda dari tahun 1982 sampai 1994. Dia bertahun-tahun mempunyai hubungan baik dengan Ratu Beatrix. Pada saat ini Ruud Lubbers berkedudukan sebagai Menteri Negara (Minister van staat).
Ratu Beatrix harus menentukan bagaimana kelanjutan perundingan bagi pembentukan kabinet baru Belanda. Pembentukan kabinet Paars Plus, tampaknya menemui jalan buntu. Sehubungan dengan ini, Ratu Beatrix menunjuk Ruud Lubbers sebagai Informatur baru.
Menurut Informatur Lubbers, pertama-tama yang harus dilakukan sekarang ini adalah mengadakan pembicaraan tentang kerjasama antara VVD, PVV (partai kanan ekstrim) dan CDA. Sebelum diadakan penjajakan tentang kemungkinan dibentuknya kabinet koalisi kanan ini, menurut Lubbers, perundingan mengenai kemungkinan koalisi-koalisi lain, setelah gagalnya perundingan bagi pembentukan kabinet Paars (Ungu) Plus, “tidak bisa benar-benar dibicarakan”.
Setelah pembicaraan dengan Lubbers pada Jumat (23/7) pagi, Ketua Fraksi CDA Maxime Verhagen masih tetap berpendirian, bahwa syarat-syarat yang diajukan CDA untuk bekerjasama dengan PVV tidak berubah. CDA menentang rencana PVV tentang pemberlakuan pajak bagi para pemakai jilbab, registrasi etnis dan pelarangan Al Quran. CDA juga menolak untuk berunding mengenai hal-hal tersebut.
Selain itu, Verhagen juga mengritik keras atas penolakan PvDA untuk melakukan penjajakan bagi pembentukan kabinet koalisi tengah yang terdiri dari VVD, PvDA dan CDA. Bagi CDA kabinet koalisi tengah ini masih selalu sebagai pilihan pertama. Sedang Ketua Fraksi PvDA Cohen mengajukan syarat ke dalam koalisi tengah mengikut sertakan D66 dan GroenLinks. Tetapi VVD dan juga kedua partai yang disebut belakangan ini, menurut Cohen, tidak menerima usulnya.
Kemarin, Ruud Lubbers meminta kepada Ketua-ketua Fraksi VVD, PVV dan CDA pada minggu yang akan datang mengadakan pertemuan untuk membicarakan kemungkinan kerjasama antara mereka. Juga kemungkinan pembentukan koalisi minoritas dari VVD dan CDA dengan beking dukungan PVV akan dibicarakan.[rap]
Keterangan foto:
Informatur Ruud Lubers (kiri) dan Ketua Fraksi CDA Maxime Verhagen.
(Foto: WFA)
|
|
|
|
|
|
|