Buat Ibu Baru, Begini 6 Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Wajib Kamu Pahami

by Ilham January
Cara Merawat Bayi

Orang bilang setelah menikah banyak hal-hal baru yang akan ditemui yang mungkin bikin sedikit kaget. Jika kamu sering mendengar persepsi tersebut, maka jawabannya adalah benar. Menikah dengan tujuan hidup bersama pasangan tentu berbeda dengan kehidupan yang kamu jalani saat masih single.

Kamu ga cuma harus belajar mengatur waktu antara beres-beres rumah dengan mengurus suami, kamu juga perlu mempelajari bagaimana mengurus bayi ketika tiba saatnya dimana kesempurnaan menjadi seorang perempuan itu bisa kamu rasakan.

Awalnya, pasti kamu merasa deg-degan bahkan panik jika melakukan kesalahan. Apalagi, bayi baru lahir jelas lebih sensitif baik dari apa yang ia konsumsi, peralatan bayi apa yang ia gunakan hingga apa yang dihirup oleh alat pernafasannya.

Kepanikan tersebut adalah hal yang wajar, tapi jangan sampai kepanikan kamu justru membuat kamu takut melakukan banyak hal, karena tentu kenikmatan seorang ibu tidak hanya melahirkan tetapi saat benar-benar merawat bayimu sendiri meski masih dalam tahap belajar.

Oleh karena itu, bagi kamu ibu baru, pastikan kamu memahami 6 hal ini dalam merawat bayi baru lahir

 

1. Perhatikan dan Rawat Tali Pusar Bayi

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah tali pusar pada bayi yang sangat sensitif dan tidak boleh sembarang tersentuh. Tali pusar ini akan  terlepas dengan sendirinya dalam jangka waktu 4-7 hari. Tapi, jangan khawatir jika lebih dari 7 hari tali pusar bayi kamu masih belum terlepas. Setiap bayi memang membutuhkan waktu yang berbeda untuk lepas dari tali pusarnya. Yang penting, kamu tetap selalu menjaga agar tali pusar bayi tetap kering dan selalu konsultasi dengan dokter kandungan kamu.

Selain itu, kamu juga harus rajin mengganti perban bayi minimal 2x sehari dengan memberikan sedikit alkohol pada perban. Lakukan tahap-tahap ini dengan sangat hati-hati dan hindari pangkal ujung tali pusar. Jika belum berani, kamu bisa meminta bantuan bidan atau orang tua kamu yang biasanya akan mengontrol keadaan kamu dan bayi kamu, terlebih saat kamu baru menjadi seorang ibu.

 

2. Pastikan Bayi Selalu Merasa Hangat

Di dalam kandungan, bayi memang tidak akan merasa kedinginan sehingga bayi perlu beradaptasi dengan suhu baru saat dilahirkan. Dengan demikian, hal lain yang perlu kamu perhatikan adalah memastikan bayi selalu merasa hangat, karena suhu bayi jelas berbeda dengan suku anak-anak.

Jadi, pastikan kamu selalu memberikan sarung tangan, sarung kaki, topi, dan tentunya bedong hingga selimut untuk bayi. Pastikan posisi tidur bayi juga jauh dari sumber aliran udara seperti jendela dan pintu agar kehangatan bayi selalu terjaga.

 

3. Bijaksana Memilih Produk Bayi

Kulit bayi sangat sensitif sehingga kamu perlu bijak dalam menentukan produk apa yang akan digunakan untuk merawat kebersihan dan kesehatan kulit bayi kamu. Biasanya, bayi membutuhkan segala macam produk khusus seperti baby bath, shampoo, baby cream, baby oil dan lain-lain.

Untuk memilih produk apa yang bisa kamu gunakan, kamu perlu berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan kamu. Ingat, jangan sembarangan menentukan agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi perlu kamu pahami bahwa terkadang satu jenis produk tidak cocok untuk semua kebutuhan bayi. Misalnya, untuk baby cream bayi kamu cocok menggunakan produk X, sedangkan baby lotion dari produk X tidak cocok untuk bayi kamu.

Ketidakcocokan tersebut biasanya ditandai dengan timbulnya bercak merah. Jika hal tersebut terjadi segera hentikan dan gunakan produk lainnya. Pastikan kamu tidak menggunakan produk yang mengandung pengharum dan pelembut.

 

4. Pelajari Penyakit yang Dialami Bayi Baru Lahir

Biar ga panik, penting juga buat kamu mempelajari dari jauh-jauh hari mengenai penyakit yang biasanya timbul pada bayi yang baru lahir. Contohnya seperti lidah yang berjamur, infeksi mata, ruam popok, dan lain-lain.

Hal tersebut umum terjadi mengingat bayi masih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Jadi, kamu ga usah khawatir. Yang penting, kamu langsung mengkonsultasikannya dengan dokter agar tahu penyebabnya dan tentunya mendapatkan resep obatnya.

 

5. Tidak Usah Terlalu Sering Mengganti Pakaian Bayi

Terkadang, ibu baru sedikit parno dan sangat menjaga kebersihan bayi sehingga sangat sering mengganti pakaian bayi. Hal tersebut sebenarnya tidak harus dilakukan keseringan karena ganti pakaian terkadang menjadi hal menyebalkan bagi bayi apalagi saat ia sedang tertidur.

Jadi, ganti pakaian sewajarnya saja, karena terlalu sering mengganti pakaian bisa mengganggu kenyamanan bayi juga bisa membuat bayi stress.

 

6. Penuhi Semua Kebutuhan Nutrisi Kamu

Selain merawat bayi, hal yang tak kalah penting lainnya adalah menjaga kesehatan kamu dan memastikan nutrisi kamu terjaga dengan baik. Kualitas asi bayi jelas bergantung pada apa yang dikonsumsi oleh ibunya. Dengan demikian hindari makanan pedas, berminyak, dan perbanyaklah sayur serta buah-buahan.

Selain hal tersebut penting untuk asi, menjaga nutrisi ibu juga penting untuk menjaga energi kamu tetap stabil karena menjadi seorang ibu sekaligus istri tentu tidaklah mudah. Tidak ada salahnya sesekali me-time seperti melakukan perawatan wajah karena ibu baru melahirkan rentan berminyak dan kusam, atau baca buku sambil menikmati kopi atau teh di saat si kecil tidur untuk mengelola stress.

Tetapi, meski banyak hal yang perlu disiapkan dan dipelajari, tentunya hal tersebut akan menyenangkan saat melihat bayi kamu tumbuh dengan sehat. Dengan demikian, pastikan kamu memberikan hal terbaik untuk bayi kamu, dan tentunya tetap menjaga kesehatan kamu agar kamu bisa terus merawat bayi kamu dengan maksimal.

You may also like