Kenali Hipertensi, Penyakit yang Merenggut Nyawa Kakak Dea Imut di Usia 29 Tahun

by Ilham January
Apa itu hipertensi

Mantan artis cilik, Dea Imut, tengah dirundung duka. Kakak keduanya, Rakhy Muhammad Bakry atau yang akrab dipanggil Rama, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (15/1/2018) sekitar pukul 07.30 pagi di usia 29 tahun. Seperti dilansir dari berbagai sumber, Rama meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Pada 20 Desember 2017 lalu, ia sempat dilarikan ke rumah sakit karena diduga asam lambungnya kambuh. Namun, akhirnya diketahui bahwa Rama mengalami hipertensi yang telah merambat ke jantung.

Menurut pernyataan kakak Dea lainnya, Reza, keadaan Rama sempat membaik saat dirawat di rumah sakit setelah menjalani proses hemodialisa (cuci darah). Hemodialisa tersebut dilakukan karena hipertensinya telah mempengaruhi kerja jantung dan ginjal Rama. Namun, pada Senin pagi, tensi darahnya yang sangat tinggi membuat Rama sesak dan kembali terkena serangan jantung, hingga akhirnya harus menghembuskan napas terakhirnya.

Kepergian kakak Dea Imut akibat hipertensi membuktikan bahwa penyakit ini tidak memandang usia. Tak hanya menyerang orang tua saja, anak muda pun bisa terjangkiti penyakit yang diam-diam mematikan tersebut. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan bahwa 25,8% penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Jumlah tersebut membuat hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Mari kenali lebih jauh hipertensi, penyebab, dan gejalanya lewat artikel berikut ini!

Apa itu hipertensi?

Hipertensi merupakan nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) melebihi 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Sementara, tekanan darah berkisar di angka 120/80 mmHG. Jika seseorang memiliki tekanan darah yang terlalu tinggi, maka sirkulasi darah akan secara otomatis terganggu. Hipertensi disebut sebagai ‘pembunuh diam-diam’ karena tak memiliki gejala yang jelas, namun dapat menyebabkan komplikasi dalam tubuh yang mengancam nyawa, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

 

Apa penyebab hipertensi dan siapa saja yang berisiko terserang penyakit ini?

Dilansir dari sejumlah sumber, penyebab hipertensi belum bisa dipastikan pada 90% kasus. Namun, seseorang dapat mengidap hipertensi salah satunya karena faktor genetik. Hipertensi juga umumnya muncul akibat seseorang mengidap penyakit lain seperti jantung dan ginjal. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan garam, sering minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol, merokok, serta jarang berolahraga dapat menjadi penyebab seseorang mengidap penyakit ini. Kelebihan berat badan (obesitas) juga dapat menjadi faktor penyebab hipertensi.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, sebanyak 25% penduduk Indonesia yang mengidap tekanan darah tinggi atau prehipertensi berusia di atas 18 tahun. Beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa orang yang berusia di atas 65 tahun memiliki risiko terkena hipertensi lebih tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk remaja maupun anak di bawah 10 tahun mengidap penyakit ini. Biasanya kasus seperti itu terjadi ketika seorang anak atau remaja sebelumnya menderita penyakit lain seperti penyakit jantung atau ginjal. Pada dasarnya, terlepas dari usia, siapa pun dapat terjangkit hipertensi.

 

Seperti apa gejala-gejala orang terserang hipertensi?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, hipertensi disebut penyakit yang diam-diam mematikan karena tidak memiliki gejala yang terlihat jelas. Akan tetapi, jika seseorang memiliki tekanan darah tinggi yang parah, biasanya inilah gejala atau tanda yang muncul; sakit kepala parah, mual, penglihatan buram, mual, detak jantung tidak teratur, sulit bernapas, hingga adanya darah dalam urin. Cara terbaik yang dapat kamu lakukan untuk mengetahui apakah kamu terkena hipertensi adalah dengan memeriksakan tekanan darahmu secara rutin ke dokter.

 

Apa hipertensi bisa disembuhkan? Bagaimana caranya?

Mengingat hipertensi adalah penyakit yang tak dapat berdiri sendiri dan sering kali terjadi akibat penyakit lain yang telah diidap seseorang, maka cara menyembuhkannya adalah dengan mencari akar penyakit yang mendasarinya dan mengobatinya. Jika penyebab hipertensi tidak dapat dideteksi, pihak dokter biasanya menyarankan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Selain itu, ada juga obat-obatan yang memang dibuat untuk penyakit darah tinggi, misalnya chlorotiazide, captopril, enalapril, dan atenolol. Namun, sejumlah tumbuhan sering juga digunakan sebagai obat-obatan darah tinggi tradisional. Beberapa di antaranya adalah kapulaga, daun kemangi, kunyit, kayu manis, dan jahe.

 

Tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi?

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat bisa menjadi bentuk pencegahan sekaligus pengobatan hipertensi. Mulailah dengan mengurangi konsumsi makanan asin dan perbanyak makan sayur dan buah, berhenti jika kamu merokok, serta tidak minum kafein dan alkohol. Kamu juga bisa mengimbanginya dengan rajin berolahraga serta diet secara sehat.

You may also like